Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) segera membahas nasib sisa pertandingan Proliga 2020 setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Jumat.

Pada pertemuan yang juga diikuti sejumlah pemangku kepentingan olahraga nasional itu, Menpora mengambil keputusan untuk menyerahkan keberlanjutan kompetisi olahraga kepada induk-induk organisasi olahraga terkait penyebaran virus corona di tanah air.

Baca juga: Menpora serahkan keberlanjutan kompetisi pada induk cabang olahraga

" (Hasil rapat tadi) akan menjadi rujukan pengurus pusat dan akan segera dirapatkan perihal sisa pertandingan Proliga," kata ketua umum PP PBVSI Imam Sudjarwo di Gedung Kemenpora, Jakarta, Jumat.

Meski menyatakan masih akan membahas keberlanjutan Proliga dengan internal PBVSI, Imam optimistis kompetisi tersebut akan tetap dapat diteruskan.

"Opsinya hanya dua, dengan atau tanpa penonton," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah selesai susun protokol penanganan Covid-19

Seandainya Proliga dapat diteruskan dengan penonton, Imam mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan protokol khusus terhadap para penonton yang hadir.

Protokol tersebut adalah pemeriksaan suhu tubuh masing-masing penonton serta menyebar lebih banyak cairan pembersih tangan (hand sanitizer) untuk dapat digunakan para penonton.

Selain dua prosedur standar tersebut, Imam menambahkan bahwa pihaknya akan mengurangi jumlah penonton dan bekerja sama dengan petugas kesehatan di arena pertandingan.

Proliga 2020 saat ini sedang memainkan seri ketiga putaran kedua di Yogyakarta, yang berlangsung dari 13 sampai 15 Maret.

Baca juga: Menpora ikuti saran Kemenkes soal partisipasi Indonesia di Olimpiade

Baca juga: Dokter: Pergerakan orang dibatasi cegah penyebaran virus corona