Beijing (ANTARA) - Saham-saham China berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, memperpanjang penurunannya untuk hari kedua berturut-turut karena sentimen pasar tetap tertekan kekhawatiran dampak ekonomi dari wabah Virus Corona baru. Indikator utama Indeks Komposit Shanghai turun 1,52 persen menjadi ditutup pada 2.923,49 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 2,31 persen lebih rendah pada 10.941,01 poin.

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 837,63 miliar yuan (sekitar 120 miliar dolar AS) turun dari 972,9 miliar yuan (sekitar 139,8 miliar dolar AS) pada hari sebelumnya.

Jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 1.278 saham terhadap 194 saham di bursa Shanghai dan 1.829 saham terhadap 353 saham di bursa Shenzhen.

Saham-saham di industri pertanian memimpin kerugian, dengan saham Winall Hi-tech Seed Co Ltd yang berbasis di Anhui anjlok 6,49 persen menjadi 13,36 yuan.

Perusahaan-perusahaan transportasi udara juga berada di wilayah negatif, dengan saham perusahaan penerbangan nasional China Air China tergelincir 3,68 persen menjadi 7,86 yuan dan China Eastern Airlines Corporation Limited yang berbasis di Shanghai turun 3,49 persen menjadi 4,70 yuan.

Di sisi lain saham-saham di sektor pengolahan limbah medis dan otomotif adalah di antara yang diuntungkan.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 2,64 persen menjadi ditutup pada 2.045,93 poin, demikian Xinhua.

Baca juga: Bursa Saham Tokyo merosot tajam, tertekan kekhawatiran pandemik Corona

Baca juga: Bursa saham Australia jatuh 421,3 poin, diguncang perkembangan Corona