Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya membatalkan sejumlah kegiatan bertaraf internasional yang digelar di Kota Pahlawan, Jawa Timur, sepanjang 2020 menyusul adanya masukan dan saran dari elemen masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surabaya Ikhsan, di Surabaya, Rabu, mengatakan sebenarnya pemkot sudah menyiapkan berbagai acara internasional yang biasa mengundang tamu-tamu dari luar negeri.

"Tapi semua itu dibatalkan dulu karena khawatir terhadap virus COVID-19 ini," katanya.

Bahkan, lanjut dia, ada kementerian dari luar negeri yang rencananya akan berkunjung ke Surabaya ikut dibatalkan karena khawatir ada penyebaran virus ini. Kunjungan-kunjungan kerja Wali Kota Risma yang urgen ke luar negeri turut dibatalkan akibat virus ini.

"Semua pembatalan itu dilakukan sebagai wujud antisipasi. Sebab, apabila satu aja jebol, akan membuat kekhawatiran kepada semua masyarakat di sekitarnya. Semoga Surabaya selamat dari virus ini," katanya.

Baca juga: Bandara Juanda sediakan "hand sanitizer" untuk penumpang

Diketahui kegiatan bertaraf internasional yang biasanya mengundang tamu-tamu luar negeri adalah rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-727 Kota Surabaya yang puncaknya digelar pada 31 Mei meliputi Festival Rujak, Surabaya Vaganza dan lainnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya kembali menolak semua kapal pesiar yang akan bersandar di Kota Pahlawan, termasuk kapal MV Columbus yang rencananya bersandar di Kota Surabaya pada 12 Maret 2020.

Ikhsan mengatakan setelah memperhatikan masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat terkait penyebaran virus COVID-19 di berbagai negara, dan dalam upaya meminimalisir risiko kontaminasi dari segala sumber terinfeksi dan demi melindungi warga Kota Surabaya.

Untuk sementara waktu, lanjut dia, Pemkot Surabaya tidak dapat menerima atau menolak kunjungan Kapal Pesiar MV Columbus ke Kota Surabaya pada 12 Maret 2020. "Jadi, warga sudah mulai resah karena rencana kedatangan kapal pesiar ini, sehingga kami memutuskan untuk tidak menerima kunjungan kapal pesiar ini," kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, keputusan itu sudah melalui rapat koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penerimaan kapal pesiar, termasuk pihak Syahbandar, KKP, Imigrasi, Bea Cukai, PT Pelindo dan berbagai pihak yang terlibat dalam penerimaan kapal pesiar itu.

"Hasil dari rapat itu, Pemkot Surabaya menunda sementara (menolak) kunjungan wisata penumpang maupun kru kapal pesiar di wilayah Kota Surabaya," katanya.


Baca juga: Fasilitas publik di Surabaya dilengkapi pengukur suhu tubuh