Surabaya (ANTARA News) - Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya menyempurnakan kinerja dengan meningkatkan (update) software sistem transaksi dengan "Jakarta Auto Trading System (JATS) Next Generation" versi sebelumnya JATS - 2.

"Software terbaru itu akan memberikan beberapa keunggulan dalam transaksi dibandingkan penggunaan JATS 2, apalagi sistem itu juga digunakan pada 65 bursa dunia, termasuk Nasdaq," kata Direktur Perdagangan Saham Penelitian dan Pengembangan Produk BEI, MS Sembiring, di Surabaya, Kamis.

Dengan software baru itu, katanya, BEI bisa melakukan beberapa pencatatan transaksi sekaligus seperti transaksi saham dan derivatif yang sebelumnya tidak bisa dilakukan, meliputi obligasi, Surat Utang Negara (SUN), dan sukuk.

"Bahkan, melalui JATS next generation juga dapat meningkatkan pencatatan transaksi yang semula berkapasitas 900 transaksi per detik menjadi tiga kali lipat," ujarnya.

Dalam JATS Next generation yang akan diluncurkan pada 2 Maret 2009, katanya, nilai investasi pada tahap awal sebesar Rp45 miliar.

"Jika sistem sudah jalan, kami akan mengembangkan dengan nilai investasi lebih lanjut," katanya.

Ia mengatakan, dengan sistem JATS dapat mengakomodir transaksi margin saham dan short selling.

"Jika nanti sistem itu sudah kami jalankan, maka pelaku short selling akan terdeteksi di layar khusus," katanya.

Terkait kelancaran operasi sistem terbaru itu, ia mengatakan BEI telah melakukan 12 kali percobaan perdagangan dengan melibatkan semua unsur dan terbukti tidak mengalami kendala.

"Kami juga menyiapkan aturan bagi pelaksanaan trading, yang tertulis dalam Peraturan Perdagangan Saham II/H/2009," katanya.
(*)