Jakarta (ANTARA) - Berbagai masalah pencernaan bisa menyerang anak mulai dari intoleransi laktosa hingga gangguan usus besar atau Irritable bowel syndrome (IBS). Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah masalah ini yakni membuat food diary atau buku harian mengenai berbagai makanan yang anak konsumsi.

Dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi hepatologi anak di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Frieda Handayani Kawanto mengatakan, buku ini bisa Anda buat untuk jangka waktu seminggu. Isinya mencakup antara lain: makanan yang anak konsumsi beserta waktu konsumsinya, keluhan yang terjadi usai konsumsi,

“Kapan dia sakit perut misalnya habis makan kale dan sebaiknya. Satu minggu minimal (durasi buku harian), gejala yang timbul, tanggal, jenis, jam. Perhatikan ada makanan yg bereaksi lambat dan cepat,” kata dia di Jakarta, Kamis.

Mereka yang mengalami intoleransi laktosa biasanya mengalami gejala seperti kembung, nyeri perut, muntah, sekitar anus berwarna merah dan tinja atau feses yang dikeluarkan berbau asam.

“(Catat) anak kembung, muntah habis makan apa, berapa banyak masuknya. Masing-masing anak punya toleransi berbeda pada asupan laktosa. (Pada mereka yang intoleransi laktosa), jangan terlalu banyak konsumsi susu, cokelat dan produk turunan cokelat,” kata Frieda.

Sementara, untuk IBS, saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Namun, menurut Frieda, kondisi ini terjadi karena dinding dalam otot saluran cerna bereaksi berlebih terhadap stimulan ringan seperti makanan produk susu (hewan) dan stres emosional.

“Terlalu banyak serat juga bisa menyebabkan iritasi usus atau IBS. Di dalam hidup harus seimbang. Serat yang tidak larut dalam air, susah dicerna tubuh, menimbulkan kram, sakit perut,” tutur Frieda.


Baca juga: Pertolongan pertama saat anak diare, jangan setop beri makan

Baca juga: Musim hujan tiba, waspadai ISPA hingga penyakit kulit

Baca juga: 5 manfaat lain susu untuk kesehatan tubuh