Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera jebak di kawasan Jalan Tol Muara Fajar dan jalur Jungle Run Tahura Sultan Syarif Hasyim di Minas, Kabupaten Siak, untuk memantau harimau sumatera yang melintasi kawasan tersebut.

Humas BBKSDA Riau Dian Indriati di Pekanbaru, Kamis, mengatakan Tim BBKSDA Riau yang dipimpin oleh M. Surya Abdul Haris telah memasang empat kamera jebak di kawasan sekitar Jalan Tol Muara Fajar dan 10 kamera jebak di trek Jungle Run Tahura Sultan Syarif Hasyim.

"Kegiatan di Minas terkait berita viral adanya harimau sumatera yang menyeberang di perlintasan pembangunan Jalan Tol Muara Fajar di Minas," katanya.

Ia mengatakan pemasangan kamera jebak tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi menjelang penyelenggaraan lomba lari lintas alam Sumatera Jungle Run, yang jalurnya berada di area pelintasan harimau sumatera.

Sumatera Jungle Run akan diselenggarakan 11 April 2020 di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim.

Pada 16 Februari, satu harimau sumatera liar terlihat di area proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di daerah Minas, Kabupaten Siak, yang berbatasan dengan kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim. Sejumlah pekerja merekam jejak kaki harimau itu di tanah.

Baca juga:
BBKSDA Riau tangani kasus kemunculan harimau liar di perusahaan
BBKSDA Riau bersihkan jerat di lokasi konflik manusia dengan harimau