Bogor (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak perguruan tinggi bersinergi membangun pertanian modern, di antaranya dengan mengimplementasikan ilmu pengetahuan mahasiswa untuk pembangunan pertanian sampai di tingkat desa.

"Mahasiswa juga harus diajak menjadi pendorong petani modern dengan membangun pertanian menggunakan teknologi yang terus berkembang untuk diterapkan di lapangan," kata Syahrul Yasin Limpo dalam pidatonya pada pembukaan Diskusi Publik; "Penguasaan dan Pengembangan Inovasi Teknologi Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional, di Auditorium Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB University, Drama, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Syahrul Yasin Limpo, mahasiswa dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, dan dengan memanfaatkan satelit dapat memonitor dan memetakan daerah yang menjadi lahan pertanian.

"Di suatu daerah, apa jenis tanahnya, bagaimana tingkat kesuburannya, dan kapan waktu tanam yang tepat. Pengetahuan seperti ini harus dipelajari di IPB," kata Syahrul.

Baca juga: Pemerintah berupaya mempercepat swasembada daging, kata Mentan

Menurut dia, IPB harus ada di setiap desa, kampus pertanian harus ada di setiap daerah, minimal ilmunya bisa berguna di desa. Penguasaan dan pengembangan teknologi pertanian, sangat penting dalam meningkatkan hasil panen dan produksi, yang berdampak meningkatkan kesejahteraan petani.

"Bicara pertanian, langsung menyentuh aspek dasar kehidupan masyarakat untuk hidup lebih sejahtera," katanya.

Syahrul menambahkan, bicara pertanian juga untuk mencari solusi harapan dan kebutuhan pangan.

"Upaya ini, bukan hanya menjadi tugas Pemerintah tapi melibatkan semua pihak, sehingga pertanian menjadi gerakan bersama membangun kebutuhan bangsa dan menyadarkan semua orang yang memliki kepentingan publik untuk sama-sama membangun pertanian," katanya.

Syahrul menyatakan, sangat berharap adanya konsep pembangunan pertanian modern dari perguruan tinggi. "Diskusi publik ini sangat penting untuk menemukan solusi dan harapan baru dalam membangun pertanian berbasis teknologi modern untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi bangsa dan negara secara berdaulat," katanya.

Menurut dia, membangun pertanian harus terus dengan paradigma berkemajuan, yakni melakukan inovasi teknologi, tidak bisa lagi dengan cara sebelumnya yang tradisional.

Baca juga: Mentan jamin ketersediaan pangan jelang Ramadhan-Lebaran

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini menegaskan, perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian saat ini. Kementerian Pertanian bersama perguruan tinggi, kata dia, harus dapat melakukan perubahan yang lebih baik dalam meningkatkan produksi pangan, melalui perubahan paradigma.

Syahrul melihat, ada beberapa agenda besar yang dapat dilakukan dalam pembangunan pertanian. Pertama, perubahan paradigma berbasis intelektual sesuai dengan tantangan zaman yang telah memasuki era digital.

Kedua, harus ada perubahan agenda manajemen sehingga tujuan pembangunan pertanian harus terus maju, mandiri, dan modern. "Tantangan pembangunan pertanian di Indonesia adalah, faktor produksi, distribusi, dan logistik," katanya.