Jakarta (ANTARA) - Banjir yang terjadi sejak pagi Selasa, 25 Februari 2020 memutus banyak akses kendaraan menuju pusat kota Monas bagi pengendara yang berasal dari bagian timur Jakarta Pusat.

Terpantau bagi pengendara yang dari Cempaka Putih, Sunter, Kemayoran, Senen, dan Percetakan Negara tidak bisa ke pusat kota sekitar Monas karena terhadang banjir di sejumlah titik.

"Saya dari Jalan Percetakan Negara, banjir, geser ke perlintasan kereta Sentiong juga banjir, geser lagi mengarah perlintasan Senen banjir juga, Kemayoran juga. Mau tidak mau menunggu surut," kata Dodi salah seorang pengendara motor yang berniat menuju Gambir, Selasa.

Baca juga: Tinggi muka air di Bendung Katulampa Kota Bogor Siaga IV

Baca juga: Asosiasi: 20.000 truk ekspedisi barang di Jakarta lumpuh akibat banjir

Baca juga: Kawasan istana kepresidenan sempat kebanjiran


Pengendara motor lain, Ari menceritakan banjir kali ini merupakan yang terparah, ia tidak bisa ke kantornya karena akses perlintasan di Kemayoran, Angkasa, dan Stasiun Rajawali putus karena banjir.

"Tiga tahun belakang ini memang banjir, tapi tidak separah ini, masih bisa diakses, saya tidak bisa ke lokasi kerja di Jakarta Barat. Saya tinggal di Cempaka Putih," ucapnya.

Sejumlah pengendara memilih bertahan di beberapa lokasi perlintasan dekat akses yang terputus banjir, karena tidak mau mengambil risiko kerusakan kendaraan jika dipaksakan menerjang genangan.

Beberapa daerah jalur yang tergenang banjir yakni, Pasar Johar Baru, Sentiong, Jalan Letjen Suprapto menuju Stasiun Kereta Pasar Senen.

Kemudian, banjir juga terpantau di sekitar Jalan Bungur, Kemayoran, Jalan Angkasa menuju Pasar Baru, dan perlintasan Stasiun Rajawali ke arah Gunung Sahari.