Jakarta (ANTARA) - Eduardo Perez Moran secara mengejutkan memilih mengundurkan diri dari kursi kepelatihan PSS Sleman yang diduga akibat masalah teknis kepelatihan dan performa tim jelang bergulirnya Liga 1 Indonesia 2020.

Mundurnya Perez memang mengagetkan manajemen PSS, apalagi Liga 1 Indonesia akan bergulir dalam hitungan beberapa hari lagi.

Baca juga: Eduardo tangani PSS dengan 'ramuan' pengalaman sebagai pelatih kiper

"Tentu hal ini sangat kami sayangkan, tapi keputusan beliau harus dihargai. Kami berterima kasih atas kehadiran Eduardo, semoga apa yang diberikan dalam waktu tak lama ini bermanfaat bagi tim," ujar plt manajer PSS, M Eksan, dilansir di laman resmi PT LIB di Jakarta, Senin.

Sementara itu, CEO PT Putra Sleman Sembada (PT.PSS), Fatih Chabanto mengatakan bahwa pihak manajemen akan bergerak cepat untuk mencari penggantinya. Nama besar PSS akan menjadi modal untuk menggaet pelatih sebelum liga dimulai.

Baca juga: Eduardo Perez tidak khawatirkan adaptasi pemain baru PSS

Baca juga: Aaron Evans mohon suporter PSS terus dukung tim

"Meski terbilang mepet, PSS tetap klub yang menarik bagi banyak pelatih. Saya harap suporter bisa memaklumi situasi yang ada. Kami akan bergerak cepat," kata dia.

Sebelumnya gelombang protes dilayangkan suporter PSS Sleman atas didepaknya Seto Nurdiantoro dari kursi kepelatihan. Fans beranggapan Seto sudah membentuk karakter tim dan tinggal menyempurnakannya untuk Liga 1 2020.

Namun, manajemen abai dengan desakan fans dan menunjuk Eduardo Perez Moran sebagai pelatih kepala. Sementara Seto sendiri kini telah melatih klub Liga 2 PSIM Yogyakarta.

Baca juga: Pelatih PSS bungkam soal kabar bergabungnya Irfan Bachdim

Baca juga: Aaron Evans berlabuh ke PSS karena klub tunjukkan keseriusan

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020