Makassar (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin menggelar Temu Ilmiah Internasional Kedokteran Gigi (TIIKG) ke-11 dirangkaikan dengan The 3rd International Conference on Biophysical Technology in Dentistry (ICoBTD) 2020 di Makassar, 19-21 Februari 2020.

Dalam kesempatan ini, hadir Ketua Konsil Kedokteran Gigi Indonesia Prof. drg. Armasastra Bahar, Ph.D, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (diwakili Dekan FKG Universitas Trisakti Prof. Dr. drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes), serta 26 pembicara utama dari dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia TIIKG ke-11 drg Acing Habibie Mude, PhD di Makassar, Rabu, menyampaikan pertemuan ini merupakan kegiatan rutin setiap dua tahun. Artinya, sudah dua dekade para ilmuwan kedokteran gigi internasional bertemu secara rutin.

Pada pertemuan yang ke-11 ini, lebih dari 180 paper yang diterima oleh panitia. Sementara peserta yang melakukan pendaftaran hampir mencapai 900 orang. Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan pameran dari 54 perusahaan alat-alat kedokteran gigi dari seluruh Indonesia.

“Panitia berharap kegiatan ini dapat membawa kontribusi untuk perkembangan dunia kedokteran gigi, baik itu di Indonesia, maupun di dunia,” ujar drg Acing di akhir laporannya.

Dekan FKG Unhas drg Muhammad Ruslin PhD SpBM(K) dalam sambutannya menyebutkan TIIKG ke-11 dan The 3rd ICoBTD merupakan salah satu misi besar FKG dalam mendukung Unhas menjadi World Class University. FKG Unhas perlu mengambil tindakan digitalisasi yang masif dalam merespon revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan mengadakan pertemuan ilmiah seperti ini.

“Peserta yang hadir berasal dari banyak negara. Kita berharap dengan keberagaman ini, kita dapat saling berbagi ide, pengetahuan, dan pengalaman, untuk mendiskusikan serta menciptkan strategi dalam menghadapi setiap tantangan yang kita hadapi saat ini,” jelas drg Ruslin.

Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA mengatakan Unhas merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang juga memiliki peran dalam meningkatkan daya saing dalam ekonomi global.

“Strategi utama kami adalah meningkatkan kualitas dan relevansi aktivitas penelitian, termasuk di dalamnya adalah menggelar seminar nasional dan internasional secara aktif,” ujarnya

Melalui pertemuan dan konferensi, Unhas berharap bahwa hal ini menjadi langkah untuk berkontribusi kepada dunia melalui branding kami yaitu communiversity dan humaniversity. Selain itu, melalui kegiatan ini, diharapkan agar peserta bisa meningkatkan pengetahuannya di bidang teknologi kedokteran gigi.

Setelah acara pembukaan, dilangsungkan peluncuran dua buku ajar yang diterbitkan oleh Institusi Pendidikan Dokter Gigi (IPDG), yaitu Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, dengan kontributor drg. Ayub Irmadani Anwar, M.MedEd dan Bedah Mulut dan Maksilofasial, Teori dan Praktek. Editor: drg Muhammad Ruslin PhD SpBM(K) dan drg Wiwiek Pudjiastoeti, M Kes, SpBM, dengan kontibutor Institusi Pendidikan Dokter Gigi seluruh Indonesia.