Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai infrastruktur dalam upaya pengembangan sektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi tinggi pada kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membangun sektor ekonomi kreatif pada 2021, sehingga pembangunan yang ada di wilayah Kota Malang bukan hanya terikat pada pembangunan fisik semata, akan tetapi juga mencakup penguatan SDM.

"Kami berkomitmen pada 2021, adalah pembangunan ekonomi kreatif, seluruh infrastruktur mengarah ke sana," kata Sutiaji, pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Baca juga: Dubes RI untuk Azerbaijan apresiasi potensi UMKM Kota Malang

Sutiaji menjelaskan penguatan sumber daya manusia untuk sektor kreatif tersebut, berupa pemberian pelatihan terhadap para pelaku usaha seperti start up, termasuk pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Menurut Sutiaji, saat ini rata-rata dalam mengalokasikan anggaran, lebih banyak pada pembangunan infrastruktur fisik. Sementara penguatan-penguatan tersebut dinilai masih belum optimal.

"Dari empat kecamatan, rata-rata fisik jauh lebih tinggi. Pelatihan untuk start up tidak banyak dikuatkan, padahal itu penting," ujar Sutiaji.

Khusus untuk penguatan UMKM, lanjut Sutiaji, pihaknya mendorong agar pelaku usaha mikro tersebut bisa naik kelas, dan memiliki jaringan untuk menjual produk-produk mereka pada toko ritel modern.

Baca juga: Cegah korupsi, Pemkot Malang terapkan layanan pajak berbasis daring

Kota Malang memiliki potensi yang sangat besar dari sektor ekonomi kreatif. Berdasar catatan, salah satu potensi berasal dari subsektor aplikasi dan game. Tercatat, ada 92 perusahaan studio atau startup atau yang masuk dalam kategori usaha jasa.

Selain itu, subsektor tersebut mampu menyerap kurang lebih sebanyak 2.200 tenaga kerja lepas, yang didukung dengan lulusan sarjana kurang lebih sebanyak 4.800 orang per tahun dan terkait langsung dengan subsektor aplikasi dan game.

Dengan potensi pada subsektor tersebut, Pemerintah Kota Malang berupaya untuk mengembangkan potensi lain, yang juga memiliki potensi cukup besar, diantaranya adalah kuliner, fesyen, dan fotografi.

Baca juga: Pemkot Malang berencana bangun LRT untuk atasi kemacetan