Jakarta (ANTARA) - IBM Indonesia dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia, serta Kementerian Keuangan, pada hari ini mengumumkan kerjasama percontohan penggunaan platform TradeLens - platform digital berbasis teknologi blockchain atau rantai blok setelah beberapa bulan masa implementasi pertamanya pada akhir 2019.

Blockchain sendiri merupakan catatan transaksi digital berdasarkan strukturnya, di mana catatan individu (block/blok) dihubungkan bersama dalam satu daftar (chain/rantai).

"Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di sektor logistik, baik di tingkat domestik maupun internasional," kata Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya di Jakarta, Selasa.

Menurut Tan, teknologi blockchain dapat membantu pelaku bisnis dalam mendefinisikan kembali keterkaitan mereka di pasar melalui peningkatan kepercayaan, transparansi, dan kolaborasi baru.

Senada dengan Tan, Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Agus Sudarmadi menilai teknologi blockchain dapat menyederhanakan proses perdagangan, membuat proses dokumentasi menjadi lebih otomatis, dan meningkatkan kerjasama serta komunikasi antar pihak.

"Ini juga akan mengurangi duplikasi untuk perijinan pada regulasi. Bagi kita sangat bermanfaat untuk membuat policy dan pengawasan lebih mudah, terintegrasi, dan cepat," kata Agus.

Terlebih, Indonesia memiliki biaya logistik yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sehingga kehadiran teknologi baru ini ia harapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai gerbang logistik dan transportasi pilihan di Asia Tenggara.

"Di Indonesia, logistic cost-nya tinggi, sehingga competitiveness-nya rendah. Dengan adanya ini, juga pasti akan memangkas logistic cost," ujar Agus.

"Hal ini juga akan membantu kami dalam memfasilitasi perdagangan dan mempromosikan sistem logistik nasional sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekonomi nasional," tambahnya.

Adaptasi TradeLens kali ini pun menjadikan Ditjen Bea dan Cukai Indonesia sebagai lembaga pemerintah ketiga di Asia Tenggara yang menggunakan platform digital berbasis teknologi blockchain.

Tradelens akan memungkinkan pembagian informasi mendekati real-time dari berbagai jaringan milik anggota ekosistemnya, serta menjadikan alur kerja menjadi lebih terjaga keamanannya, transparan, efisien, dan sederhana.


Baca juga: Sering disangka bitcoin, ini cara kerja blockchain

Baca juga: "Blockchain" dinilai tingkatkan transparansi dalam sistem pencatatan

Baca juga: Samsung luncurkan ponsel blockchain KlaytnPhone