Jakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberhentikan sementara oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) berinisial F di Matraman, Jakarta Timur, karena memukul muridnya.

Selain diberhentikan sementara, oknum guru tersebut harus menjalani pemeriksaan kejiwaan.

"Guru tersebut telah diberikan tindakan awal dengan peringatan tertulis dan dibebastugaskan dan dilakukan pemeriksaan oleh Sudin Pendidikan Jakarta Timur," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Oknum guru tersebut telah dibebastugaskan sejak Selasa (11/2) sore usai mengakui perbuatannya memukul seorang murid berinisial RH. "Memang benar terjadi tindakan pemukulan yang dilakukan guru Kelas VI terhadap peserta didik Kelas VI," ujarnya.

Nahdiana mengatakan, pemeriksaan kejiwaan terhadap oknum guru SDN itu untuk memastikan kondisi kejiwaan guru tersebut dalam kondisi stabil.

"Bila memungkinkan, terhadap guru akan dilakukan pemeriksaan fisik dan psikis, untuk antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang ada saja," ujarnya.

Baca juga: Tiga murid SD alami kekerasan dalam sepekan
Baca juga: Dipukul gurunya, Virly enggan sekolah lagi


RH, murid Kelas VI SDN di Kecamatan Matraman menjadi korban pemukulan gurunya pada Selasa (12/2).

Kapolsek Matraman Kompol Tedjo Asmoro mengatakan, pemukulan itu dipicu ketika RH bermain bola bersama sejumlah temannya saat ada ujian di sekolah.

"Sudah dilarang karena lagi ada ujian, tapi namanya anak-anak tetap main. Mungkin gurunya juga kelepasan sehingga memukul," ucap Tedjo di Martaman, Jakarta, Rabu (13/2).

Akibat pemukulan itu, kemudian RH langsung mengadu dan seketika orang tuanya datang menemui pihak sekolah.

Setelah proses mediasi yang difasilitasi Unit Reskrim Polsek Matraman, masalah tersebut selesai.

"Besoknya hari Rabu, masalah sudah selesai. Kami mediasi bersama pihak kelurahan, jadi pihak orang tua dan sekolah bertemu," ujar dia.

Tedjo menuturkan pihak keluarga sepakat tak membuat laporan sehingga kasus tak berlanjut di ranah hukum. Sementara pihak sekolah sudah memberikan sanksi kepada oknum guru berstatus PNS Pemprov DKI Jakarta itu.

"Orang tua enggak buat laporan, selesai secara kekeluargaan. Kami juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut," tutur Tedjo.

Kasus pemukulan RH viral setelah satu kerabat orang tua mengunggah tindakan oknum guru yang memukul murid. Foto RH juga diunggah dan kini tersebar di media sosial.