Ciawi, Bogor (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menargetkan laba hingga Rp3,1 triliun pada tahun 2020, setelah berhasil meraih laba senilai Rp2,9 triliun selama tahun 2019.

"Di semua elemen korporasi kita harapkan meningkat. Bagaimana caranya bisa meningkat, tentu dibutuhkan sinkronisasi strategi di kantor pusat, cabang dan anak perusahaan," ujar Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya kepada Antara usai membuka rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pelindo II di gedung IPC University, Ciawi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Baca juga: Cegah corona, IPC dukung penghentian sementara impor makanan China

Ia optimistis bisa meningkatkan laba seiring peningkatan target pendapatan Pelindo II pada tahun 2020 senilai Rp13,5 triliun, dari tahun lalu sebesar Rp12 triliun.

"Misal, dari sisi peti kemas, tahun 2019 kita mampu mendapatkan 7,6 juta TEUs diharapkan tahun 2020 ini bisa mencapai 8 juta TEUs," tutur Elvyn.

Menurutnya, sebagai korporasi Pelindo II selalu mengalami peningkatan dalam hal pendapatan maupun laba setiap tahunnya. Tapi, ia tetap menyiapkan sejumlah strategi agar capaian BUMN itu bisa sesuai target.

"Ini adalah forum untuk kita mensinkronisasi strategi baik kantor pusat, cabang, maupun anak perusahaan, sehingga target yang direncanakan tahun 2020 bisa tercapai," jelasnya.

Baca juga: IPC jalin kerja sama dengan dua pelabuhan di Sabah

Elvyn mengatakan rakernas Pelindo II tahun 2020 ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dari IPC Group, mulai dari pejabat kantor pusat, cabang, hingga anak perusahaan. Kegiatan itu dianggap sebagai forum penyampaian strategi-strategi IPC Group pada tahun 2020.

Rakernas tersebut juga diselingi oleh talkshow yang diisi oleh mantan Menteri Keuangan Chatib Basri bertajuk "Delivering World Class Port Operator Transforming Trade Facilitator.

Baca juga: IPC akan ikuti proses dari pemerintah terkait Pelabuhan Patimban