Pekanbaru (ANTARA) - Kapolri Jenderal Idham Azis mengapresiasi upaya yang dilakukan Polda Riau dan jajaran Forom komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di provinsi ini, dalam upayanya mencegah dan antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Saya sangat apresiasi kesiapan seluruh jajaran Forkopimda Riau dalam upaya pencegahan. Yang dilakukan Riau sangat bagus, bahkan saya minta beberapa Polda harus mencontoh apa yang dilakukan Riau," kata Idham Azis saat berada di Pekanbaru, Rabu sore.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri apresiasi relawan karhutla Riau

Jenderal bintang empat tersebut juga meninjau Posko Relawan Karhutla yang berlokasi di area Purna MTQ Kota Pekanbaru. Kapolri ke Pekanbaru juga bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI dan Kapolri juga melihat langsung upaya seluruh instansi terkait dalam pencegahan terjadinya Karhutla.

Mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini mengatakan, Satgas pencegahan harus dikedepankan dalam upaya bersama memerangi Karhutla, dibarengi upaya penindakan hukum terhadap pelakunya, baik perorangan maupun korporasi.

Polda Riau menggagas dibentuknya Posko relawan Karhutla beberapa waktu lalu. Selain itu, Riau juga memiliki aplikasi Dashboard Lancang Kuning yang difungsikan sebagai pemantau titik api, instruksi pemadaman di lokasi Karhutla hingga kegunaan lainnya.

Dengan Dashboard Lancang Kuning yang dibuat Polda Riau tersebut, kondisi terkini terkait adanya titik api di seluruh pelosok wilayah di Riau dapat dipantau secara langsung.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto mengatakan BRG (Badan Restorasi Gambut) juga memiliki aplikasi sendiri untuk mengatasi Karhutla. Sehingga aplikasi Dasboard Lancang Kuning bisa koordinasi dengan BRG.

Menurut Hadi, aplikasi tersebut sangat bagus sehingga bisa memonitor daerah yang terbakar dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya.

"Terima kasih Pak Gubernur, Kapolda Riau, Danrem dan jajaran yang sudah berinovasi kreatif dengan aplikasi ini. Aplikasi ini ini sangat bermanfaat," kata Hadi.

Baca juga: Presiden perintahkan Menko Polhukam-Kapolri tindak tegas intoleransi
Baca juga: Kapolri: Penerbitan SIM-STNK-BPKB tetap wewenang Polri