Mojokerto (ANTARA) - Sebanyak 518 kepala keluarga korban banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menerima bantuan bahan pokok yang diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

"Selain paket sembako, korban juga mendapat bantuan paket kesehatan keluarga, family kit, paket sandang, peralatan makan dan peralatan bayi dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Mojokerto," katanya Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, di sela pemberian bantuan kepada korban banjir di Mojokerto, Rabu.

Ia mengatakan semua perangkat daerah supaya menyiagakan seluruh sumber daya guna menghadapi dan melakukan penanganan bencana.

"Hanya dengan komitmen yang kuat dan kerjasama, penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Mojokerto akan terlaksana dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Jatim bersiap teruskan pembangunan tanggul antisipasi banjir

Baca juga: Sejumlah wilayah Mojokerto dilanda banjir

Baca juga: BPBD Mojokerto gunakan penahan banjir dari bambu


Ia menjelaskan perangkat daerah teknis diminta untuk selalu proaktif bersinergi dalam penanganan bencana, baik dalam hal pengarahan personil maupun mobilisasi peralatan.

"Ini adalah bentuk penjaminan pemenuhan hak masyarakat yang terkena bencana, serta pemulihan kondisi dari dampak bencana," katanya.

Pihaknya meminta masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi bencana alam khususnya banjir masih berpeluang untuk terjadi.

"Curah hujan di Kabupaten Mojokerto, diprediksi masih tinggi," katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini menjelaskan dari data prakiraan cuaca BMKG dapat dilaporkan jika curah hujan bulan Februari-April cuaca masih tinggi.

"Saya mohon bantuan kepada Semua OPD untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Kepada warga Tempuran, status tanggap darurat akan dilaksanakan sampai tanggal 17 Februari 2020. "Kami mengajak seluruh masyarakat agar jangan membuang sampah di sungai," katanya.*