Denpasar (ANTARA) - DPRD Provinsi Bali meminta pemerintah daerah memberikan informasi yang akurat tentang viru corona kepada masyarakat, khususnya di daerah yang menjadi objek wisata.

"Saya meminta kepada pemerintah daerah, termasuk juga badan pengelola wisata untuk memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan Nusantara dan mancanegara. Termasuk juga memberikan informasi yang akurat mengenai virus mematikan tersebut agar tidak terjadi kepanikan berlebihan di masyarakat," ujar Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Suyasa di Denpasar, Senin.

Bali sebagai daerah kunjungan wisata utama bagi turis Nusantara dan mancanegara harus mampu menginformasikan data-data terkini terkait wabah tersebut.

"Pemerintah daerah dan badan pengelola wisata harus memberikan informasi yang akurat, sehingga tidak sampai mengganggu kunjungan wisatawan yang berlibur di Pulau Dewata," ucap politikus Partai Gerindra.

Baca juga: 61 WN China yang kembali ke Wuhan dalam kondisi sehat

Baca juga: Pesawat China Eastern angkut 61 warga negara China menuju Wuhan

Baca juga: Otban Wilayah IV siap apabila akan ada penjemputan WN China di Bali


Ia berharap semua elemen masyarakat harus ikut waspada karena jika berkepanjangan akan berdampak pada sektor pariwisata Bali.

"Jika wabah berkepanjangan di China akan berdampak pada sektor pariwisata Bali, karena saat ini kunjungan wisatawan asing dari negeri tirai bambu paling tinggi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Lucky M. Tjahjono, mengatakan 61 warga China yang kembali ke tanah airnya, dengan rincian 49 penumpang dewasa dan 12 anak-anak yang sebelumnya berada di wilayah Bali itu dalam kondisi sehat.

"Sebanyak 61 penumpang itu tidak demam. Sesuai dengan pemeriksaan dari tim medis dari China juga dinyatakan laik terbang. Kru kabin dan pilot juga menggunakan pakaian steril. Semua sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)," katanya.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Elfi Amir menyatakan proses penjemputan warga negara China untuk kembali ke negaranya itu telah dilaksanakan sesuai prosedur.

"Semua sesuai dengan SOP yang berlaku, sesuai permintaan dari China. Dokter dari China juga melakukan pemeriksaan penumpang kembali. Pemeriksaan dilakukan dengan pakaian steril di tangga pesawat, jadi bukan di apron," kata Elfi.*

Baca juga: Miliki riwayat ke China, Imigrasi tolak sejumlah WNA masuk Bali

Baca juga: Bandara Bali siapkan skenario apabila ada penjemputan warga China

Baca juga: Satuan Brimob Polda Bali ikuti latihan antisipasi corona