Canberra (ANTARA) - Gubernur Jenderal Australia David Hurley menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan yang melanda Australia kepada Presiden Joko Widodo.

"Kita sangat berterima kasih untuk bantuan Indonesia dalam menghadapi kebakaran hutan di Australia dengan pengiriman lebih dari 30 insinyur angkatan bersenjata untuk berkontribusi pada "Operation Bushfire Assist" (Operasi Penanganan Kebakaran Hutan)," kata Hurley dalam jamuan santap siang kenegaraan di Government House, Canberra, Australia, Minggu.

Baca juga: Presiden pelajari tata kota Canberra untuk ibu kota baru Indonesia

Baca juga: Jokowi yakin perpindahan ibu kota baru terlaksana pada 2024

Baca juga: Presiden Jokowi: IA-CEPA tingkatkan keterbukaan perdagangan-investasi


Jamuan santap siang tersebut turut dihadiri oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kunjungannya ke Canberra merupakan yang pertama kalinya. Kunjungan tersebut Presiden lakukan saat Australia sedang menghadapi tantangan kebakaran hutan yang cukup masif.

"Justru di saat seperti inilah pentingnya seorang teman untuk bertandang. Saling menguatkan di waktu sulit dan saling menguatkan untuk berkontribusi pada dunia," kata Presiden.

Atas bantuan Indonesia tersebut, Gubernur Jenderal Hurley memuji hubungan Indonesia-Australia sebagai persahabatan sejati.

"Pada saat kita memerlukan, negara Anda membantu negara kami, itulah tanda bagi sebuah persahabatan yang sejati," tambah Hurley.

Dalam pengantarnya, Presiden Jokowi di Australia mengatakan itu sebagai tanda 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.

Presiden Jokowi pun menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangganya, termasuk Australia. Presiden berharap kedua negara dapat terus bekerja sama dengan saling menguntungkan di berbagai bidang.

"Hubungan ekonomi akan terus kita perkuat melalui implementasi IA-CEPA. Hubungan antarmasyarakat akan terus kita perkuat melalui kerjasama pendidikan," kata Presiden

Kepala Negara menyebut bahwa kunjungan ini dilakukan di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

"Kunjungan ini, saya lakukan pada saat situasi dunia sedang tidak menentu dan dipenuhi berbagai macam tantangan termasuk merebaknya virus korona akhir-akhir ini," kata Presiden.

Sebelum melakukan santap siang, Presiden Joko Widodo disambut upacara kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Ibu Linda Hurley.

Tiba di State Entrance, Presiden Jokowi disambut oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Ibu Linda Hurley, kemudian berfoto bersama di depan pintu utama sebelum memasuki gedung. Pada saat yang bersamaan terdengar dentuman meriam yang ditembakkan sebanyak 21 kali.

Di dalam gedung, kedua pemimpin disambut oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dan First Assistant Secretary, Ministerial Support Division DPMC Gerrard Martin, untuk selanjutnya bersama-sama mengikuti upacara kenegaraan.

Setelah selesai mengikuti upacara kenegaraan, Presiden Jokowi menandatangani buku tamu di Drawing Room. Selanjutnya, Presiden menuju Private Hall dan langsung mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal David Hurley.

Sebelum meninggalkan Government House, Presiden Jokowi diajak berkeliling menggunakan buggy car bersama Gubernur Jenderal David Hurley dan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison.

Turut mendampingi Presiden dalam upacara penyambutan kenegaraan antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar Indonesia untuk Australia Kristiarto S Legowo.

Baca juga: Panglima TNI berangkatkan Satgas Garuda tangani Karhutla Australia

Baca juga: Indonesia siap bantu Australia tangani karhutla