Cirebon (ANTARA) - Water hammer, kondisi air masuk ke dalam mesin (khususnya ruang bakar) dalam jumlah banyak dan tidak bisa dikompresikan sehingga proses pembakaran mesin akan terganggu, menjadi ancaman bagi kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua pada saat musim penghujan.

"Efeknya sangat fatal karena saat pembakaran terjadi dan air masuk, ritme gerak piston jadi berantakan, saling menghantam dan bisa membuat piston pecah dan stang piston bengkok," kata Technical Training Division Manager PT Sokonindo Automobile, Sugiartono dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA, Rabu.

Water hammer bisa merusak mesin seketika. Oleh sebab itu hindari melintasi genangan banjir. Namun jika terpaksa harus melintasi genangan, pastikan pengemudi menggunakan kendaraan yang tepat untuk meminimalisir resiko water hammer seperti DFSK Glory 560.

"Kunci utama perlindungan utama DFSK Glory 560 dari water hammer adalah posisi lubang hisap udara mesin yang posisinya cukup tinggi, di atas lampu utama. Posisi ini akan melindungi serta memperkecil resiko air masuk ke dalam mesin melalui lubang hisap udara," kata Sugiartono.

Seperti diketahui, DFSK Glory 560 dengan DNA sport utility vehicle (SUV) dirancang untuk memiliki kemampuan tahan banjir.

Mobil juga memiliki Desain Active SUV yang diusung sangat sesuai dengan kondisi jalanan di Indonesia yang banyak memiliki lubang, kontur jalan naik dan turun, hingga genangan air di saat musim hujan.

Mobil juga dilengkapi ground clearance yang tinggi mencapai 200 mm dan menjadi salah satu yang tertinggi di kelasnya.

Selain itu DFSK Glory 560 juga sudah didukung dengan penggunaan pelek 17 inci dipadukan dengan ban besar 215/60 R17 yang handal melibas berbagai jalanan di Indonesia.


Baca juga: Pilihan SUV harga di bawah Rp300 juta

Baca juga: DFSK ekspor Glory 580 ke Hong Kong

Baca juga: DFSK Glory 580 jadi pengawal "touring" Forwot 2019