Nunukan (ANTARA) - Tim gabungan yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terkait penyebaran virus corona telah sepakat memeriksa kapal-kapal atau pelintas batas dari luar negeri utamanya kapal angkutan dari Tawau, Negeri Sabah, Malaysia.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Aris Suyono di Nunukan, Rabu menyatakan telah melakukan rapat bersama dari instansi terkait terhadap upaya pencegahan virus corona ini agar tidak berjangkit di Kabupaten Nunukan.

Dalam rapat bersama tersebut telah diberikan penekanan pada wilayah otoritas masing-masing agar melakukan langkah nyata terkait seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) pada area pelabuhan penyeberangan Nunukan-Tawau atau sebaliknya.

Mengenai pelintas batas ilegal, Aris pun mengemukakan dalam pertemuan itu telah dijelaskan, termasuk teknis penanganan apabila ditemukan penumpang yang diduga terjangkiti virus corona.

Baca juga: Posko bersama pencegahan virus corona didirikan di Tarakan dan Nunukan

Baca juga: Pemulangan mahasiswa Nunukan dari China tunggu instruksi Kemlu


RSUD Nunukan menyediakan ruangan isolasi untuk pengambilan sampel untuk bahan pemeriksaan di laboratorium nantinya dirujuk pada rumah sakit yang ditunjuk pemerintah.

"Jadi belum ada rumah sakit yang memenuni standar pemeriksaan virus corona ini di Pulau Kalimantan," ujar Aris. Ia juga mengatakan khusus kapal-kapal dari China akan dilakukan pemeriksaan (screening) untuk mendeteksi secara dini terhadap gejala virus ini.

Aris menyadari penyebaran virus corona ini telah memasuki Malaysia sehingga perlu pengetatan pemeriksaan terhadap penumpang kapal dari Tawau Negeri Sabah. Jadi, kemungkinan besar langkah pemeriksaan yang dilakukan tim gabungan di daerah itu terhadap kapal-kapal dari China saja tetapi juga asal Malaysia.

Tim gabungan ini terdiri dari Pemkab Nunukan, RSUD Nunukan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Imigrasi, PT Pelindo IV Cabang Nunukan dan syahbandar.

"Semua instansi terkait di pelabuhan dilibatkan dalam pencegahan virus corona ini karena masing-masing punya otoritas terkait penumpang atau kapal dari luar negeri ini," ukata Aris.*