Jakarta (ANTARA) - PT Taspen (Persero) menargetkan akan meluncurkan unit investasi syariah paling lambat pada semester pertama tahun 2020 karena potensi yang besar untuk digarap di Indonesia.

"Kami sadar dan paham mayoritas penduduk Indonesia lebih dari 90 persen itu umat Muslim. Kami akan berikan opsi investasi syariah," kata Direktur Utama Taspen Antonius N.S Kosasih di Jakarta, Senin.

Selain pasar yang menjanjikan, beberapa pemerintah daerah di Indonesia seperti Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menerapkan basis syariah juga menjadi pendorong BUMN itu meluncurkan unit investasi syariah.

Selain itu, lanjut dia, hampir 70 persen saham yang beredar di Bursa Efek Indonesia juga sudah syariah sehingga diyakini akan memberikan keuntungan bagi korporasi pelat merah itu.

Berdasarkan statistik selama 30 tahun terakhir, ucap dia, imbal hasil investasi syariah juga lebih konsisten dibandingkan investasi konvensional.

"Jadi lebih stabil. Kalau (investasi) jangka panjang lebih bagus syariah berdasarkan statistik," katanya.

Pihaknya berencana mendirikan cucu usaha Asuransi Syariah di bawah anak usaha Taspen Life tahun ini melalui izin kepada pemerintah yang nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi syariah.

"Nanti kalau sudah menjadi besar akan menjadi unit usaha syariah," imbuh Antonius.

Sementara itu, terkait potensi dana syariah, ia menyebut nilainya mencapai belasan triliun dengan memindahkan sukuk dan instrumen syariah lain ke unit tersebut.

"Ke depan saya percaya pertumbuhan investasi syariah, bisa lebih cepat dari konvensional," katanya.



Baca juga: Melebur ke BPJS Naker, Taspen ikuti keputusan pemerintah
Baca juga: Taspen siap paparkan kinerja investasi kepada Panja DPR
Baca juga: Taspen : Informasi bagi-bagi deviden itu penipuan