Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin siap membangun pusat daur ulang sampah kerja sama Indonesia-Jerman di wilayah ibu kota provinsi tersebut yang dimulai pada tahun 2020.

Wali Kota Banjarmasi H Ibnu Sina usai melakukan rapat lanjutan dengan Ekonid sebagai organisasi kerjasama Indonesia-Jerman dalam program itu di balaikota, Senin menyatakan sudah ada kesepakatan tempat untuk pembangunan pusat daur ulang sampah di daerah ini.

Menurut dia, kesepakatan tempat itu berada di seberang Banua Anyar di wilayah sungai Gampa, Banjarmasin Utara.

"Di sana ada lahan milik Pemkot seluas 5.000 meter persegi, yang dibutuhkan kan untuk pembangunan pusat daur ulang sampah ini cuma 2.500 meter persegi saja, jadi sangat cukup lah," ujarnya.
Baca juga: Indonesia perlu promosikan industri daur ulang limbah
Baca juga: Praktisi daur ulang sayangkan perdagangan sampah ilegal


Menurut dia, pembangunan pusat daur ulang sampah di Banjarmasin ini tidak hanya ditanggung pemerintah kota, namun akan ada bantuan dari berbagai pihak.

Untuk tahun ini, ungkap Ibnu Sina, Banjarmasin mendapat insentif sebesar Rp9 miliar, menang lebih rendah dari tahun lalu sekitar Rp9,4 miliar.

"Dari dana itu bisa kita alokasikan sebagiannya untuk program pembangunan pusat daur ulang sampah kerjasama Indonesia-Jerman tersebut," paparnya.

Sejauh ini, ungkap Ibnu Sina, untuk studi kelayakan sudah mulai dilakukan, termasuk juga membuat Detail Engineering Design (DED).

"Diperkirakan pembangunan pusat daur ulang sampah ini memerlukan dana sekitar Rp9,6 miliar," terangnya.
Baca juga: Indonesia perlu bahan baku plastik 7,2 juta ton pertahun

Tentunya, lanjut Ibnu Sina, penggunaan dana pembangunan tersebut harus dialokasikan dengan khusus bagaimana sistemnya.

"Pembangunan infrastruktur penunjangnya ini tidak hanya dari dana Pemkot, tapi ada juga pemerintah pusat, di mana Ekonid juga sebagai konsultannya," papar Ibnu Sina.

Menurut dia, pusat daur ulang ini akan membantu penanganan dan pengelolaan sampah dengan baik, karena dilaksanakan dengan beragam inovasi.

"Ini adalah kolaborasi dalam penanganan sampah, tentunya akan ada hasilnya, kalau ini sukses akan dibuat lagi di kecamatan lainnya," papar Ibnu Sina.

Karena pusat daur ulang sampah ini akan bisa mengelola sampah antara 30 sampai 40 ton perhari.
Baca juga: Tetra Pak Indonesia targetkan tingkat daur ulang kemasan 24 persen
Baca juga: Kurangi sampah plastik dengan mengganti kemasan daur ulang