Jakarta (ANTARA) - Penyanyi solo Agnez Mo berbagi sedikit pandangannya mengenai makna "cantik", yang menurutnya adalah bermula dari cara pandang seseorang atas dirinya sendiri.

"Sempat ditanya (soal penampilan), 'Gimana kalau agak feminim sedikit? Eh tapi ending-nya (busana yang dikenakan) tetap gini (boyish). Definisi tentang 'cantik', semuanya bermula dari cara pikir kalian," kata Agnez di sela-sela acara ZAP Masquerade Gala di Jakarta, Sabtu.

Pelantun lagu "Coke Bottle" itu menambahkan, bahwa di era sekarang, wanita seharusnya lebih percaya diri untuk mempercantik diri maupun menemukan gayanya sendiri sesuai keinginannya, tanpa perlu merasa khawatir.

"(Menjadi cantik) adalah bagaimana kita ingin menjadi apa yang kita mau. Kita mau punya rambut pendek, panjang, diwarnai ungu atau biru, itu semua terserah kita, dan ada mereka yang mencintai kita apa adanya. I feel that vibe," ujar Agnez.

Baca juga: Agnez Mo dan Stephanie Poetri masuk nominasi iHeartRadio 2020

Baca juga: Daftar artis berprestasi sepanjang 2019


Baru-baru ini, Agnez Mo masuk dalam nominasi ajang penghargaan musik iHeartRadio untuk kategori Best Fan Army dan Social Star Awards.

Agnez harus bersaing melawan Ariande, Justin Bieber, BTS, Camila Cabello, Harry Styles, Louis Tomlinson, Shawn Mendes, Selena Gomez hingga Taylor Swift.

Sementara itu, Agnez tampil dalam acara ZAP 11th Anniversary: Masquerade Gala yang digelar di JCC Senayan, Sabtu malam.

Ia tampil enerjik menghibur para penonton dan Agnations yang hadir lewat lagu-lagu populernya seperti "Coke Bottle", "Leo Leo", hingga "Diamonds". Agnez juga menyanyikan "Cinta di Ujung Jalan" yang rilis 2005 silam.

Selain Agnez, hadir pula Bams, Marcell, BCL, Naif, dan Kahitna yang turut memeriahkan acara tersebut.

Baca juga: Pesan Agnez Mo untuk generasi milenial

Baca juga: Agnez Mo berkali-kali tolak "Green Card"

Baca juga: Agnez Mo tegaskan diri sebagai nasionalis