London (ANTARA) - Juru bicara pemerintah Iran menentang cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, yang menyuarakan dukungan bagi rakyat Iran.

Jubir mengatakan rakyat Iran akan selalu ingat bahwa Trump telah menewaskan jenderal besar Iran dan menjadi alasan banyak orang menghadapi kesulitan ekonomi, menurut media pemerintah.

Trump, yang melalui cuitan bahasa Persia dan Inggris mengatakan kepada otoritas Iran agar tidak membunuh pengunjuk rasa dan memuji "rakyat Iran luar biasa", meneteskan "air mata buaya" ketika mencurahkan keprihatinan bagi rakyat Iran, kata Ali Rabiei.

Rabiei juga mengatakan duta besar Inggris untuk Iran bertindak dengan cara yang "sama sekali tak profesional dan tak dapat diterima", setelah dubes itu ditahan sesaat tak jauh dari aksi protes.

Diplomat itu ditangkap seusai menghadiri aksi yang memperingati korban tewas jatuhnya pesawat Ukraina di Iran dan kemudian meninggalkan lokasi tersebut ketika berubah menjadi politis.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS ikut selidiki jet Ukraina yang tewaskan 176 penumpang

Baca juga: Dubes Iran untuk PBB: Pembunuhan Soleimani 'sama saja' dengan perang

Baca juga: Hubungan Iran dan AS memanas, KBRI Tehran keluarkan imbauan untuk WNI


Iran tidak ingin ada perang di kawasan Timur Tengah