Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala 1 SDN 01 Benhil Suharni Wijoyo mengatakan sebanyak 30 persen siswanya tidak menghadiri hari pertama sekolah di tahun 2020 akibat terdampak banjir di kawasan rumahnya.

"Kurang lebih sekitar 30 persen siswa tidak masuk sekolah karena masih ada yang beres- beres dampak banjir, 30 persen dari 700-an siswa," kata pria yang akrab dipanggil Harni itu saat ditemui di SDN 01 Benhil, Senin.

Meski demikian, Harni mengatakan siswa- siswi yang hadir di hari pertama sekolah untuk tahun ajaran semester II itu seluruhnya menggunakan seragam sekolah walaupun beberapa ditemukan menggunakan seragam olahraga.

"Ada tiga anak saya temukan ke sekolah pakai baju olahraga meski bukan jadwalnya. Waktu saya tanya kenapa pakai baju olahraga mereka bilang seragamnya terkena banjir. Tapi yang penting anak anak tetap belajar. Yang masuk kita tangani," kata Harni.

Harni menuturkan siswa yang tidak masuk sekolah umumnya berasal dari kelurahan Petamburan dan Karet Tengsin.

Salah satu siswa SDN 01 Benhil, Dipa Aulia mengtakan teman- temannya banyak yang tidak masuk karena banjir.
"Yang ga masuk sih tadi bilangnya masih bersih- bersih rumah ka. Aku juga kebanjiran tapi cuma lantai 1, barang aku semua di lantai 2 jadi aman," kata Dipa.

Baca juga: Disdik DKI pastikan seluruh sekolah siap terima siswa pascabanjir

Baca juga: Greenpeace: Banjir Jakarta peringatan dampak perubahan iklim

Baca juga: Luluh lantak menista lingkungan hidup


Siswa lainnya, Mutia mengatakan hal serupa bahwa masih banyak temannya yang tidak masuk sekolah karena terdampak banjir.

"Banyak yang bukunya ilang ka. Hanyut gitu, jadi kayaknya pada ga masuk. Aku sih beli buku tulis baru jadinya," kata Mutia.

SDN 01 Benhil merupakan salah satu sekolah yang terletak di Bendung Hilir yang menjadi kawasan terdampak banjir di Jakarta Pusat.

Meski demikian, SDN 01 Benhil tidak terendam banjir karena sudah dibangun ulang dan bangunannya dirancang 1,5 meter lebih tinggi dari jalan raya.