Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan status siaga darurat banjir dan tanah longsor menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika terkait cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama sepekan ke depan.

"Kami di Bantul sejak memasuki musim hujan sudah menetapkan status siaga darurat," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Kamis.

Menurut dia, berdasarkan informasi dari BMKG Yogyakarta, wilayah DIY termasuk Kabupaten Bantul berpotensi terjadi hujan sedang - lebat sejak 1 sampai 7 Januari 2019, karena itu, lembaga cuaca tersebut mengimbau untuk mewaspadai genangan, banjir maupun tanah longsor.

Baca juga: BPBD Bantul petakan wilayah berpotensi banjir saat musim hujan
Baca juga: BPBD Bantul masih berlakukan status tanggap darurat bencana


Dia mengatakan, status siaga darurat banjir dan tanah longsor ditempuh agar dalam penanganan apabila terjadi kejadian bencana oleh pemerintah lebih cepat, mengingat potensi kejadian banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi Bantul masih tinggi, berdasarkan kejadian tahun-tahun lalu.

"Kemudian kita juga sudah membuat 20 pos pantau, itu salah satu bentuk mitigasi dari kita, sehingga setiap saat apabila di Kota (utara Bantul) hujan kita bisa memantau permukaan air sungai, kita juga berkomunikasi dengan teman-teman di Sleman dan Kota (Yogyakarta)," katanya.

Berdasarkan kejadian banjir pada tahun sebelumnya, terjadi luapan air sungai yang mengalir ke Bantul akibat tidak mampu menampung derasnya debit air sungai saat hujan deras, ditambah dengan kiriman air dari utara atau Yogyakarta dan Sleman.

"Jadi manakala kondisi air sungai tidak seperti biasanya kami di Bantul sudah siap, dan kalau memang dirasa nanti terjadi sesuatu yang lebih parah lagi kita sudah harus menyampaikan informasi ke warga untuk segera melakukan evakuasi sementara," katanya.

Baca juga: Ada 63 hektare tanaman bawang merah di Bantul puso akibat banjir
Baca juga: Banjir rugikan masyarakat dan infrastruktur senilai Rp106 miliar


Dwi juga mengharapkan, kejadian banjir genangan yang saat ini melanda di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), tidak terjadi di wilayah Bantul, meski begitu pihaknya selalu mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan bisa melakukan evakuasi mandiri bila ada tanda-tanda akan banjir dan tanah longsor.

"Sebetulnya masyarakat sudah sering diimbau, tapi kadang-kadang masyarakat anggap air tidak mungkin naik, tapi pengalaman 2017 itu menjadi pembelajaran berharga untuk Bantul, sehingga bila masyarakat tidak mau mengungsi sementara, mau tidak mau sedikit ada pemaksaan supaya jangan sampai nanti kita yang disalahkan," katanya.

Baca juga: Sultan wacanakan pembangunan embung antisipasi banjir di Bantul
Baca juga: Humanity Food Truck ACT jangkau korban banjir Bantul