Jakarta (ANTARA) - Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengajak masyarakat mengambil hikmah dari bencana banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta awal tahun 2020 sebagai momentum menguatkan solidaritas nasional.

"Banjir itu untuk menguatkan solidaritas nasional jangan saling menyalahkan jangan saling memfitnah, jangan saling menyebar kebencian," kata Hidayat saat ditemui di Posko SAR Kors Brimob Polri di Kemang Selatan X, Jakarta Selatan, Kamis.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS tersebut mengatakan banjir menjadi momentum untuk menyatukan lagi masyarakat yang tadinya terbelah oleh pilihan pada Pilpres maupun Pilkada.

Menurut dia, sudah saatnya bangsa menyatu, ketika banjir ini ada pandang siapa pendukung siapa, siapa pilih capres apa, dan dari partai politik mana.

"Semuanya bisa terkena bencana dan semuanya juga bisa membantu oleh karenanya jadikan ini momentum untuk memgembalikan kesatuan nasional kita," katanya.

Hidayat membagikan paket sarapan komplit kepada warga terdampak banjir di wilayah Kemang Selatan X, Jakarta Selatan.

Bantuan tersebut diserahkan kepada Lurah Bangka, Nofia Enita di Posko SAR Kors Brimob, Jalan Kemang Raya.

Baca juga: Banjir di Kemchick Jalan Taman Kemang berangsur surut

Baca juga: Kemang Jaksel banjir, Anya Geraldine : depan apartemen gue jadi danau

Baca juga: Cegah banjir lagi, bangunan di Kali Krukut Kemang dibongkar bulan ini


Mantan Ketua MPR-RI tersebut menyebutkan setiap orang yang terdampak banjir berhak mendapatkan bantuan dari siapa saja yang peduli tanpa harus sama partai, atau sama agamanya.

"Inilah hikmah dari banjir ini agar kita bersatu kembali jangan lagi pecah belah karena perbedaan politik. Kita adalah satu warga negara Indonesia yang terkena musibah banjir, kita diberikan kesempatam untuk menyatukan bangsa," kata Hidayat.

Hidayat juga menyampaikan terimakasih kepada aparat Kepolisian yang ikut membantu aparat wilayah seperti RT dan RW yang giat membantu warga terdampak banjir.

"Kehadiran rekan-rekan kepolisian, RT, dan RW membuat masyarakat diayomi, dibantu, tenang dan tidak merasa sendirian menghadapi banjir," kata Hidayat.