Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Pusat bersama tim panitia Perumahan Nasional (Perumnas) akan membangun sejuta rumah bersubsidi dengan konsep pembangunan perumahan nasional berbasis sentra ekonomi baru (SEB) di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia dan 1000 diantaranya di Singkawang.

"Salah satu dari program ini adalah Kota Singkawang dengan membangun 1000 rumah berbasis SEB tepatnya di Jalan Raya Pasir Panjang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan," kata ketua tim Perumnas, Mohammad Syaiful Bahri Hasania, Senin.

Dia mengatakan, program pembangunan perumahan nasional ini adalah merupakan program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo dengan konsep perumahan berbasis sentra ekonomi baru (SEB).

"Tujuannya untuk menopang perekonomian daerah, khususnya di Kota Singkawang," katanya.

Baca juga: Inalum-Perumnas dan Peruri bantu pemulihan Sigi pascalikuefaksi

Baca juga: Bank Mandiri gandeng Perumnas tingkatkan pembiayaan KPR

Baca juga: Peserta SMN Kalteng donasikan buku ke Perpustakaan Daerah Sumsel


Untuk agenda peletakan batu pertama sebagai peresmian pembangunan perumahan nasional berbasis SEB ini nantinya akan diadakan di dua lokasi sebagai Pilot Project yaitu di Jonggol Kabupaten Bogor dan Kota Singkawang Provinsi Kalbar.

"Pada acara peresmian kita akan mengundang Megawati Soekarno Putri dan Puan Maharani," ungkapnya.

Sementara, perumahan yang akan dibangun terdiri dari rumah tipe 36 yang dilengkapi dengan fasilitas belanja yaitu mini mal plaza, pasar petak modern dan lain-lain agar terkesan mewah.

"Sedangkan target dari penjualan perumahan nasional berbasis SEB ini adalah para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar 60 persen dengan teknis pembayaran tanpa bunga dan uang muka," katanya.

Terlebih, perputaran ekonomi yang real itu ada di UMKM. Tak hanya itu, dalam proses pembangunan, pihaknya juga akan memberdayakan kontraktor lokal sebagai kontraktor pelaksana.

Dia menambahkan, program ini adalah sebagai penjabaran dari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tentunya membutuhkan peran kerjasama dari Kementerian terkait, seperti Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan dan Kementerian PPN atau Bappenas.*

Baca juga: Dinsos Singkawang harapkan rumah singgah untuk ODGJ

Baca juga: Singkawang harapkan jadi tuan rumah Rakernas Apeksi