Chicago (ANTARA) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena logam mulia didorong oleh greenback yang lebih lemah menyusul keputusan the Fed mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari menambahkan 6,9 dolar AS atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 1.475 dolar per ounce.

Baca juga: Goldman Sachs perkirakan harga emas tembus 1.600 dolar pada 2020

Dolar AS melemah setelah setelah Federal Reserve AS membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah setelah memotong suku bunga di masing-masing tiga pertemuan terakhir. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan The Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sesuai dengan perkiraan pasar.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,03 persen menjadi 97,38 pada pukul 18.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar melemah maka emas berjangka biasanya akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 14,7 sen atau 0,88 persen, menjadi ditutup pada 16,849 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari melonjak 16,9 dolar AS atau 1,83 persen, menjadi berakhir 939,5 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas naik, pedagang amati pembicaraan perdagangan, pengumuman Fed
Baca juga: Harga emas turun tipis, tertahan pelemahan dolar dan saham AS