Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa perbuatan korupsi dapat memotong urat nadi kehidupan bangsa.

"Sebenarnya korupsi itu memotong urat nadi kehidupan bangsa. Kekayaan negara itu kan nadi, tubuh bangsa Indonesia. Kalau korupsinya banyak berarti nadinya dipotong-potong," ucap Mahfud usai menghadiri puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Selain itu, kata Mahfud, peringatan Hakordia 2019 juga sebagai momentum bersama untuk sama-sama mencegah korupsi.

Baca juga: Indonesia paling aktif tangani korupsi, kata Presiden

"Untuk menyadarkan kita semua untuk mencegah dan menindak tentu saja setiap pelanggaran atau setiap korupsi yang terjadi," ucap Mahfud.

Puncak peringatan Hakordia 2019 juga dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Wapres menegaskan, upaya pemberantasan korupsi harus dihadapi dan dilawan bersama-sama, antara pemerintah dengan lembaga masyarakat antikorupsi hingga kerja sama internasional.

Baca juga: Ketua KPK sebut IPK Indonesia tunjukkan tren positif

"Korupsi merupakan musuh bersama, harus dihadapi dan dilawan bersama oleh seluruh entitas yang ada, baik di dalam negeri maupun melalui dukungan kerja sama internasional," kata Wapres.

Korupsi merupakan suatu kejahatan sistemik dan berdampak serius pada pembangunan di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan langkah perbaikan regulasi dan tata kelola pemerintahan guna meminimalkan praktik korupsi, kata Wapres.

Baca juga: Ketua KPK: pemberantasan korupsi di jalur yang benar

Baca juga: Gerakan anti korupsi Indonesia raih penghargaan PBB