Jakarta (ANTARA) - Gempa tektonik dengan magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Aceh Besar pada Kamis (5/12) pukul 16.13 WIB yang dipicu oleh sesar aktif Segmen Seulimeum.

"Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme geser (strike-slip fault)," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono di Jakarta, Kamis.

Pusat gempa terletak di darat pada koordinat 5,21 LU dan 95,79 BT pada jarak 22 km arah tenggara Kota Jantho, Aceh Besar pada kedalaman 10 km.

Baca juga: Gempa bumi di Gorontalo akibat subduksi lempeng laut Sulawesi

Daryono mengatakan, Segmen Sesar Seulimeum merupakan sesar geser dengan magnitudo tertarget mencapai 6,9 dengan laju geser sesar 7,0 mm per tahun.

Dampak gempa dirasakan di daerah Sukamakmur Aceh Besar, Pidie, Peukan Bada Aceh, Aceh Jaya, Mataie dalam skala intensitas II-III MMI dimana guncangan dirasakan semua orang seakan-akan ada truk lewat.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut," kata dia seraya menambahkan hasil monitoring BMKG juga menunjukkan belum tampak adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Menurut Daryono, peristiwa gempa Aceh Besar ini sangat menarik, karena terjadi di zona Sesar Segmen Seulimeum yang sebenarnya sudah sekian lama tidak terjadi gempa.

Catatan terakhir menunjukkan bahwa di zona ini pernah terjadi gempa kuat pada 1964 bermagnitudo 6,5 dan pada 1967 berkekuatan 6,8.

Baca juga: Lebih 1.306 kali gempa terjadi selama November