Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengharapkan Presiden Joko Widodo membuka Kongres Kowani yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 3 hingga 4 Desember.

"Kami harapkan Presiden Jokowi membuka Kongres Kowani 2019. Memang sudah tradisi sejak era Bung Karno hingga Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Kongres Kowani dibuka oleh Presiden di Istana," ujar Giwo di Jakarta, Minggu.

Namun pada 2014, tradisi itu belum terlaksana dikarenakan pada waktu itu Presiden Jokowi baru dilantik sebagai presiden dan juga masih dalam masa transisi.

"Nah memang pada 2014, tidak dibuka Istana. Oleh karena itu, kami harapkan pada tahun ini, Presiden Jokowi dapat membuka kongres Kowani," harap Giwo.

Hal itu dikarenakan lima tahun ke depan, Presiden Jokowi sudah dua periode menjabat. Kongres Kowani diselenggarakan setiap lima tahun sekali.

Dalam kongres tersebut, dibahas mengenai pemantapan strategi organisasi perempuan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan masyarakat 5.0. Selain itu juga dilakukan pemilihan calon ketua umum Kowani yang baru.

Pada kongres kali ini, bursa ketua umum diikuti dua kandidat yakni petahana Giwo Rubianto Wiyogo dan Ony Jafar Hafsah.

"Perempuan jangan sampai tergilas atau tertinggal, perempuan harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman," harap Giwo.

Selain itu, perempuan juga harus bisa menjadi panutan dengan memberikan contoh yang baik pada keluarga. Perempuan juga diharapkan tidak hanya meningkat dari sisi peningkatan ekonomi, tetapi juga pengetahuan.