Manokwari (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan program kampung KB akan dapat berjalan dengan sukses dan terwujud lebih cepat dengan sinergi antara kementerian dan lembaga sehingga ada sinkronisasi program yang berujung pada pembangunan keluarga sehat, sejahtera dan mandiri.

"Saya melobi Kementerian Sosial boleh tidak kita itu gabung kalau saya membina warga untuk masalah KB itu kan saya bergabung dengan Menteri Sosial yang bagi sembako, dan beliau senang sekali karena ini kan lebih komprehensif," kata Hasto dalam kunjungan kerja ke Manokwari, Papua Barat, Rabu.

Dia mengatakan sinergi antarkementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Kooridnator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menjadi penting karena program kampung KB bukan semata-mata untuk melakukan penjarakan kelahiran antaranak di keluarga, tapi untuk membangun keluarga yang berkualitas yang mendukung tumbuh kembang generasi emas Indonesia.

Untuk mewujudkan keluarga sehat sejahtera, katanya, tentu keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk komitmen pemerintah daerah, adalah penting untuk menyukseskan program ini.

Baca juga: BKKBN telah bangun 14.581 Kampung KB

Dia berharap tidak ada egosektoral antarkementerian dan lembaga yang menyebabkan masing-masing berjalan sendiri-sendiri karena jika dilakukan bersama-sama maka suatu visi untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia akan lebih mudah terwujud.

Menurut Hasto, jika program kampung KB perlu diganti nama demi memperkuat sinergi antarkementerian dan lembaga sehingga kementerian dan lembaga lain tidak merasakan program itu semata-mata hanya dieksekusi oleh BKKBN, maka dia tidak masalah jika program kampung KB berganti nama, yang penting esensi dari keberadaan kampung KB adalah untuk mewujudkan kampung sehat, sejahtera dan mandiri.

Baca juga: Kampung KB Dalung raih Pakarti Madya III Nasional

Saat Kementerian Sosial menyalurkan bantuan nontunai kepada warga, BKKBN dapat mengedukasi warga tentang KB. Ketika warga diberikan bantuan maka mereka akan berkumpul sehingga tidak sulit untuk mengumpulkan warga, namun jika tanpa strategi penyaluran bantuan nontunai, maka ada warga yang enggan berkumpul untuk mendapatkan sosialisasi tentang KB. Sinergi program dan kolaborasi semacam ini yang diinginkan Hasto terjadi berlanjut ke depannya.
Baca juga: Kampung KB hapus kesenjangan pembangunan manusia Indonesia