Jakarta (ANTARA) - Sebanyak lima oknum pegawai tidak tetap di instansi Satpol PP Jakarta Timur dipecat sebab terlibat dalam dugaan kasus pembobolan uang di Bank DKI melalui ATM.

"Menurut informasi memang betul ada pegawai tidak tetap Satpol PP Jaktim yang kena (dibebastugaskan)," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto di Jakarta, Rabu pagi.

Baca juga: Bank DKI terus manjakan milenial pengguna JakOne Mobile

Baca juga: Oknum Satpol PP pembobol Bank DKI akan diperiksa di provinsi

Baca juga: Anies serahkan oknum Satpol PP pembobol Bank DKI ke polisi
Lima oknum pegawai tidak tetap tersebut, kata Uus, baru beberapa bulan terakhir bekerja di Jakarta Timur, setelah sebelumnya bertugas di kantor Satpol PP Provinsi DKI Jakarta.

"Mereka baru bertugas di Jakarta Timur, sebelumnya di Satpol PP Provinsi DKI," kata Uus.

Mereka dibebastugaskan terhitung sejak Senin (18/11) berdasarkan instruksi dari Kepala Satpol PP Provinsi DKI Arifin bahwa seluruh oknum yang terlibat dalam pembobolan uang Bank DKI harus dipecat.

Oknum yang melakukan tindakan tersebut diperkirakan berjumlah kurang lebih 12 orang yang berdinas di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Namun Uus tidak menceritakan lebih jauh perihal peran dari lima oknum pegawai lepas itu dalam dugaan kasus pembobolan uang Bank DKI.

"Kalau secara jelasnya, saya belum tahu," kata Uus saat ditanya terkait peran dari masing-masing oknum.