Jakarta (ANTARA) - Setelah meluncur secara global pada pertengahan tahun ini, ASUS di Indonesia resmi menjual ponsel ZenFone 6 yang memiliki kamera flip.

"ZenFone 6 merupakan ponsel paling inovatif yang pernah diproduksi oleh ASUS," kata Direktur ASUS Regional Asia Tenggara, Jimmy Lin, dalam keterangan resmi, Jumat.

Fitur utama ZenFone 6 ada di Flip Camera, yang juga berpengaruh pada tampilan ponsel ini secara keseluruhan. Dengan fitur ini, kamera belakang ponsel juga berfungsi sebagai kamera depan sehingga tidak ada kamera yang memiliki resolusi lebih rendah.

ASUS menggunakan sensor kamera dari Sony IMX586 dengan resolusi masing-masing sebesar 48MP dan lensa ultrawide 13MP yang dapat mengambil gambar hingga sudut 125 derajat.

Baca juga: Asus luncurkan dua laptop premium Zenbook UM431 dan UM462

Baca juga: Asus ganti lini Pro jadi Expert


Flip Camera di ponsel ini menggunakan motor elektrik stepper motor yang dapat membalikkan modul kamera sejauh 180 derajat. Fitur ini juga membuat ZenFone 6 hadir tanpa notch.

Untuk mengamankan kamera, ASUS menambahkan G-sensor yang dapat mendeteksi ketika ponsel terjatuh.

Tampilan visual ZenFone 6 berupa layar 6,4 inci dengan rasio layar ke bodi 92 persen. Layar ponsel memiliki tingkat reproduksi warna pada color space sDCI-P3 sebesar 100 persen, ditambah dengan tingkat kecerahan hingga 600nits.

Layar ponsel dilindungi Corning Gorilla Glass 6.

Dari segi performa, ASUS membekali baterai besar 5.000mAh yang diklaim dapat tahan hingga dua hari dengan pengaturan tertentu.

ASUS ZenFone 6 didukung chip Snapdragon 855 yang diimbangi dengan RAM 8GB dan kapasitas penyimpanan internal 128GB.

ASUS memasarkan ponsel in seharga Rp6.999.000. Huawei baru saja merilis ponsel Mate 30 Pro dengan kombinasi RAM dan kapasitas internal 8GB+128GB seharga Rp12.499.000.

Baca juga: Laptop gaming Asus ini berharga hampir Rp131 juta

Baca juga: Asus ROG II bakal pakai Snapdragon 855 Plus

Baca juga: Ini 5 ponsel untuk gaming dengan harga terjangkau