Solo (ANTARA) -
Kisruh yang terjadi antara maskapai penerbangan Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia sejauh ini tidak mempengaruhi Bandara Adi Soemarmo, kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman.

"Tidak ada pengaruh karena sudah sekitar satu bulan ini Sriwijaya Air mengurangi penerbangan rute dari dan ke Solo. Jadwal Penerbangan Sriwijaya yang biasanya terbang setiap hari sudah dikurangi menjadi tiga kali dalam seminggu. Untuk operasional hanya pada hari Senin, Jumat, dan Minggu," katanya di Solo, Jumat.

Ia mengatakan pengurangan jadwal penerbangan Sriwijaya Air rute Solo dilakukan karena keterbatasan armada.

"Pengurangan ini juga dilakukan karena adanya perbaikan atau perawatan pada sebagian armada yang digunakan," katanya.

Sebagaimana diketahui, diduga akibat memanasnya hubungan kerja sama antara Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia berdampak pada terlantarnya calon penumpang di sejumlah bandara di Indonesia.

Terkait hal itu, Abdullah mengatakan akan terus memastikan kondusivitas bandara dengan mengutamakan kenyamanan para penumpang pesawat terbang.

Sementara itu, Manajer Cabang Sriwijaya Solo Fredy J de Hart mengatakan pengurangan jadwal penerbangan dari Solo karena adanya perawatan secara berkala pada armada yang digunakan.

"Karena adanya 'maintenance' itu sehingga saat ini kami hanya melayani penerbangan tiga kali dalam seminggu," katanya.

Meski demikian, ia memastikan jika armada yang dilakukan perawatan telah siap maka operasional penerbangan akan kembali normal setiap hari.

Disinggung mengenai pengalihan penumpang yang batal terbang akibat pengurangan jadwal tersebut, dikatakannya, akan dilakukan proses pengembalian biaya tiket secara utuh.***1***