Sentani - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, hanya dengan pendidikan yang baik dan maju, keterisolasian wilayah dan daerah dapat terbuka dan program pembangunan akan menyentuh langsung di tengah masyarakat.



Hal ini dikatakan Bupati Awoitauw di kediamannya beberapa hari lalu saat melakukan ramah tamah dengan pimpinan Lippo Grup Indonesia dari Jakarta serta puluhan guru dibawah Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) serta Sekolah Papua Harapan (SPH) yang sedang mengabdi di Kabupaten Jayapura.



Pada kesempatan ini, Bupati Awoitauw juga mengapresiasi kehadiran Lippo Grup di Bumi Khena Mbai Umbai sekaligus bertatap muka dan mendengar kesan-kesan para guru selama mengabdikan diri mereka bersama Pemerintah Daerah untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Jayapura.



"Pemerintah daerah terus memberikan suport dan dukungan terhadap keberadaan tenaga guru di daerah ini, secara khusus di bawah pengawasan Lippo Grup," ujar Bupati Awoitauw.



Dikatakan, ada banyak perubahan dan juga dampak positif yang terjadi bagi anak asli ketika Pemkab Jayapura merekrut sejumlah guru kontrak selama beberapa tahun terakhir ini.



Menurutnya, peningkatan SDM pada anak didik secara khusus di Sekolah Dasar terus meningkat. Tidak hanya pada sekolah swasta saja, tetapi juga sekolah negri yang berada pada pinggiran kota.



"Kita berharap kerja sama ini terus terbina dengan baik, secara khusus bagi guru yang dengan setia mengajar dan mendampingi anak-anak murd disetiap sekolah," katanya.



Sementara itu, CEO Lippo Grup, James Riyadi mengatakan, program pembangunan Papua saat ini sangat penting bagi Bangsa Indonesia. Kendati demikian dari sisi ekonomi, kita sedang diperhadapkan dengan kondisi ekonomi global yang melambat.



Kata James, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini hanya mencapai lima Persen, dan tentu tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja di segala bidang.



Tidak di bidang Pendidikan saja, perhatian yang diberikan Lippo Grup juga untuk membuka Rumah Sakit Siloam di Kabupaten Jayapura, yang masih ada kendala dengan pembebasan lahan yang akan digunakan.



"Ini tantangan kita ke depan, termasuk pendidikan dan kesehatan di Papua. Kami di Jakarta selalu menginginkan agar Papua harus menjadi kepala, membangun jalur konektifitasnya dengan dunia luar," pungkasnya.(ADV)