Timika (ANTARA) - Maskapai penerbangan swasta nasional dari Lion Air Grup, Batik Air, mengoperasikan dua pesawat untuk melakukan penerbangan perdana ke Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, Senin pagi.

Pesawat Batik Air tipe Airbus A320 rute Makassar-Timika mengangkut penumpang sebanyak 126 orang yaitu 12 penumpang VIP dan 114 penumpang kelas ekonomi pertama kali mendarat di Bandara Timika sekitar pukul 06.30 WIT.

Beberapa saat kemudian, pesawat tipe serupa rute Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) - Timika juga mendarat di Bandara Timika.

Baca juga: Batik Air siap terbang langsung Jakarta ke Timika, Papua

Kedatangan kedua pesawat Batik Air tersebut disambut langsung oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, pimpinan dan anggota DPRD Mimika serta semua pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Mimika.

Kedua pesawat Batik Air tersebut parkir dan menurunkan penumpang di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika dan memanfaatkan fasilitas terminal Bandara Perintis untuk operasional sementara sambil menunggu difungsikannya gedung terminal penumpang yang dibangun Kementerian Perhubungan.

Sejumlah warga Mimika yang hadir antusias terhadap beroperasinya pesawat Batik Air di Bandara Mozes Kilangin Timika dan diharapkan dapat membantu menurunkan harga tiket penerbangan yang terlampau mahal dari Timika ke berbagai rute di wilayah barat selama ini.

“Kami berikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen Pemda Mimika untuk mendorong masuknya berbagai maskapai penerbangan baru ke Timika, sebab selama ini pesawat yang beroperasi di Timika hanya Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air. Lantaran hanya ada dua maskapai penerbangan itu, harga tiket tidak pernah turun-turun. Tapi setelah dengar Batik Air masuk Timika, harga tiket sekarang lebih murah dari biasanya," kata Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Abraham Timang.

Baca juga: Batik Air akan beroperasi di Bandara Timika, Pemkab Mimika mendukung

Abraham mengatakan dengan beroperasinya dua pesawat Batik Air yaitu satu rute Makassar-Timika dan sebaliknya serta satu lagi rute Jakarta-Timika dan sebaliknya maka para pengguna jasa penerbangan di Timika memiliki pilihan yang lebih banyak.

"Sekarang kalau kita mau ke Jakarta tidak perlu lagi harus singgah di Bali atau Makassar, bisa langsung dengan Batik Air, apalagi penerbangan dari Timika ke Jakarta pagi pukul 07.00 WIT dengan durasi waktu yang lebih pendek dibanding kalau transit di Makassar atau Bali," ujar Abraham.

Abraham mengajak semua pihak mendukung penuh program Pemkab Mimika agar pembangunan di segala sektor bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Mimika hingga ke pelosok pedalaman.

"Kami punya keyakinan Bupati-Wabup Mimika periode ini jauh lebih memperhatikan masyarakat, apalagi mereka berdua anak-anak asli Mimika, satunya mewakili gunung (Suku Amungme) dan satunya lagi mewakili pesisir (Suku Kamoro). Apapun yang mereka programkan untuk membantu masyarakat yang tinggal di gunung-gunung dan pesisir pantai pasti akan didukung penuh oleh masyarakat," kata Abraham.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Mimika terus membangun sinergitas dengan berbagai elemen di Mimika seperti PT Freeport Indonesia, LPMAK, lembaga adat dan semua paguyuban suku-suku di wilayah itu untuk bersama-sama membangun Mimika menjadi lebih baik.

Baca juga: Tunggu terminal Bandara Timika, sejumlah maskapai belum beroperasi