"Paling lambat Senin pekan depan harus masuk. Katanya PLN segera disambung lagi (listrik)," kata Kepala SDN Bidaracina 3 Pagi, Sama di Jakarta, Rabu siang.
Menurut dia, aktivitas belajar-mengajar sebanyak 715 siswa kelas 1 hingga 6 terpaksa dialihkan sementara ke rumah masing-masing sebab listrik di sekolah diputus PLN.
Alasan pemutusan aliran listrik disebabkan kebakaran yang melanda 56 rumah tinggal di RW 02 Kampung Pondok Kaleng, Bidaracina, Jatinegara pada Senin (21/10).
Api nyaris merambat ke bangunan SDN Bidaracina 3 Pagi yang beralamat di Jalan Setia Nomor 10 Jatinegara.
Akibatnya, sesaat setelah kejadian kebakaran di RT 08, RT 09 dan RT 12, seluruh aliran listrik pada kawasan yang terdampak terpaksa diputus sementara untuk antisipasi arus pendek (korselting).
Baca juga: 47 KK korban kebakaran Bidaracina kehilangan surat berharga
Baca juga: Pengungsi kebakaran Bidaracina kekurangan air bersih
"Sebanyak 32 siswa di sekolah ini juga menjadi korban kebakaran," katanya.
Menurut dia, paling lambat Senin pekan depan, PLN sudah harus mengaliri kembali listrik ke sekolah tersebut.
"Karena persiapan untuk menghadapi ujian sekolah maupun ujian akhir semester. Senin sudah harus masuk," katanya.
Meskipun masih berdiri empat tenda penampungan, kata Sama, aktivitas belajar-mengajar sisa sebenarnya tidak akan terganggu.
Baca juga: Walkot sebut kebakaran di Jaktim hingga tiga kali sehari
Baca juga: Jumlah korban kebakaran Bidaracina terus bertambah