Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyebutkan, ada optimisme dalam pidato awal Presiden Joko Widodo di periode kedua pemerintahannya saat pelantikannya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu.

"Jokowi yakin dengan posisi Indonesia yang masuk 5 besar ekonomi dunia bisa menjadi modal untuk menyukseskan pembangunan di tengah melemahnya ekonomi global," kata Karyono, di Jakarta, Senin.

Tentu saja optimisme tersebut dilandasi oleh visi dan misi pembangunan yang berkesinambungan dan konsisten.

Baca juga: Sandiaga: Pidato Jokowi harapan bagi bangsa tumbuh lebih tinggi

Baca juga: CIPS: Penyederhanaan eselon bukan hal utama pangkas birokrasi

Baca juga: F-PPP nilai pidato Jokowi munculkan optimisme


Dalam pelaksanaan pembangunan, tentu diperlukan strategi kebijakan pembangunan yang mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi selama lima tahun ke depan.

"Faktor yang tidak kalah penting untuk mewujudkan harapan tersebut adalah kualitas dan integritas menteri dalam kabinet pemerintahan yang sesaat lagi akan diumumkan," kata Karyono.

Selain itu, kata dia, diperlukan stabilitas politik dan keamanan sebagai salah satu syarat untuk mewujudkan agenda pembangunan yang diharapkan.

Dalam pidatonya, meski Jokowi mencoba membangun optimisme, tapi sejatinya secara substansi, isi pidato Jokowi tidak ada yang baru.

"Pada hakikatnya, pidato awal Presiden Jokowi yang disampaikan saat pelantikan isinya sudah sering disampaikan sebelumnya. Poin-poinnya sudah ada dalam 5 Visi Jokowi," kata Direktur IPI ini.

Pada pidato kali ini, Presiden Jokowi kembali menyebut lima agenda strategis yang menjadi prioritas selama lima tahun ke depan.

Jokowi juga kembali menyinggung prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia, kelanjutan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, transformasi ekonomi dengan melakukan berbagai inovasi, penggunaan teknologi yang mudah dijangkau dan mendobrak sistem lama yang tidak produktif menjadi produktif.

"Penekanan pemberdayaan ekonomi sektor UMKM juga menjadi perhatian serius," kata Karyono.

Jokowi juga kembali menyinggung perlunya penyederhanaan regulasi yang lebih menggairahkan investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan selama lima tahun ke depan. Jokowi kembali berjanji akan memangkas regulasi yang menghambat investasi.

"Saya mencoba menangkap pesan Jokowi memang akan fokus kepada lima agenda strategis. Dia tidak ingin bergeser dari visi tersebut," tuturnya.