Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyusun dokumen rencana kontingensi (rekon) sebagai upaya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menanggulangi munculnya episenter pandemi influenza di daerah itu.

"Ini merupakan langkah Kementerian Kesehatan dan organisasi internasional dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesipasiagaan untuk mengantisipasi munculnya pandemi influenza," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Mulyono Susanto di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan pelaksanaan rekon ini akan diuji melalui suatu "table top exercise" untuk disempurnakan. Selanjutnya, pelaksanaan hasil pengujian akan diperdalam lagi lebih mendetail di kegiatan simulasi lapangan.

"Kita bersyukur Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu provinsi prioritas pelaksanaan kegiatan ini, sehingga akan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus flu tersebut," ujarnya.

Menurut dia pada 2017 Indonesia memperbarui pedoman manajemen risiko pandemi influenza nasional dan rencana kontijensi pandemik influenza nasional.

Pentingnya Vaksinasi Influenza


Pedoman ini mengadaptasi pedoman manajemen risiko pandemi influenza Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke dalam konteks Indonesia dengan menghubungkannya dengan kerangka bencana nasional dan mengujinya melalui latihan simulasi.

"Pandemi influenza skala penuh yang berfokus pada penahanan episenter dengan keterlibatan multisektoral dengan pendekatan masyarakat yang melibatkan tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan masyarakat di semua sektor terkait, termasuk sektor keamanan dan militer,"kata Mulyono Susanto.

Baca juga: Ilmuwan paparkan pentingnya suntik vaksin influenza

Baca juga: Ibu hamil direkomendasikan WHO terima vaksin influenza

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Babel, Evalusi mengatakan beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia pada 2005 mengalami peningkatan kasus flu burung pada unggas dan manusia yang disebabkan oleh virus influenza H5N1.

"Peningkatan kasus flu burung ini merupakan kejadian luar biasa, baik pada manusia maupun unggas dengan angka kematian yang tinggi," katanya.

Ia mengatakan pada saat itu, bersirkulasinya virus influenza H5N1 dikhawatirkan dapat berisiko terjadinya reassortment virus influenza yang berakibat pada munculnya virus influenza strain baru yang dapat memicu terjadinya pandemi influenza.

"Keadaan ini mendorong negara di Asia untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi timbulnya pandemi influenza yang mengakibatkan 'public health emergency of international concern'," katanya.

Baca juga: Ilmuwan: Dunia hadapi bahaya pandemi influenza

Baca juga: Indonesia beri usulan terkait persiapan pandemi influenza

Baca juga: PBB Dukung Perumusan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza