Minneapolis, Minnesota (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kampanye di Minneapolis, negara bagian Minnesota, pada Kamis (10/10) malam waktu setempat untuk mengacaukan permintaan pemakzulan terhadap dirinya.

Para pendukung presiden dari Partai Republik itu memenuhi aula berkapasitas 20 ribu kursi, Target Center, untuk kampanye pertama dari tiga kampanye yang dijadwalkan hingga pekan depan, diselingi kunjungan ke Lousiana pada Jumat ini serta Dallas.

Permintaan pemakzulan atas Trump merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh Partai Demokrat untuk menggulingkan Trump, sementara ia sendiri bersumpah bahwa hal itu akan menjadi bumerang.

Baca juga: Presiden Ukraina sebut telepon dari Trump tidak berisi ancaman

Trump bahkan menyebut bahwa drama pemakzulan itu justru akan menaikkan dukungan untuk dirinya untuk meraih kembali kemenangan dalam pemilihan presiden pada November 2020 mendatang.

"Upaya berani Partai Demokrat untuk menjatuhkan pemerintah akan menimbulkan reaksi sebaliknya di bilik suara nanti yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya sepanjang sejarah negara ini," kata Trump yang dibalas dengan sorak sorai pendukungnya.

Dia juga berulang kali menyebut partai oposisi itu berkaitan dengan pemakzulan dirinya sebagai hal yang buruk sebagaimana dia menyatakan, "Partai Demokrat berada dalam usaha untuk menghancurkan demokrasi kita. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Kami akan kalahkan mereka."

Baca juga: Gedung Putih tolak kerja sama penyelidikan pemakzulan Trump

Sebagaimana disebutkan, kampanye di Minneapolis itu menjadi kampanye pertama Trump setelah Ketua Parlemen Nancy Pelosi, politisi terkemuka Partai Demokrat, membuka permintaan pemakzulan atas Trump pada 24 September.

Hal tersebut dilakukan dengan tuduhan bahwa Trump meminta bantuan Ukraina untuk menyelidiki lawan politiknya dari Partai Demokrat yang juga mantan senator dan wakil presiden AS, Jow Biden, serta puteranya, Hunter Biden yang merupakan seorang pebisnis.

Minnesota dipilih sebagai lokasi kampanye dengan tujuan merebut suara pemilih dari Partai Demokrat. Sebelumnya, pada pemilihan presiden 2016 lalu, Trump kalah suara di wilayah negara bagian itu dari lawannya, Hillary Clinton.

Baca juga: Kongres panggil Gedung Putih dalam proses pemakzulan Trump

Sementara itu, kontras dengan riuhnya semangat pendukung Trump di dalam arena, di bagian luar lokasi kampanye itu ada ribuan orang pengunjuk rasa yang di antaranya memegang poster yang berisi permintaan untuk memakzulkan Trump sambil meneriakkan "penjarakan dia" dan "makzulkan dia."

Belum jelas diketahui apakah benar masalah pemakzulan itu bisa meningkatkan dukungan bagi Trump, namun sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa angka masyarakat AS yang merasa pemakzulan Trump harus dilakukan justeru meningkat.

Sumber: Reuters