Pontianak (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Barat menjadi satu diantara lima provinsi yang dijadikan Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan (Ditpenduk) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai tempat uji coba materi pendidikan kependudukan.

"Adapun yang diujikan materi itu, yakni buku untuk bacaan informal, yaitu bacaan kepada kelompok-kelompok kegiatan masyarakat dan keluarga tentang kumpulan-kumpulan cerita kependudukan, KB dan pembangunan keluarga serta merupakan cerita rakyat," kata Direktur Ditpenduk BKKBN, Ahmad Taufik di Pontianak, Jumat.

Baca juga: BKKBN Sumbar tingkatkan pelayanan KB di wilayah perbatasan

Ia mengatakan, cerita-cerita tersebut yang nantikan akan disusun oleh Ditpenduk, yang punya tugas meliterasi atau mengedukasi tentang kependudukan kepada masyarakat, yang dilakukan melalui lembaga pendidikan.

"Di kami, lembaga pendidikan itu ada tiga, yaitu lembaga pendidikan formal, non formal dan informal, seperti yang saai ini kami lakukan uji coba pendidikan informal melalui buku kumpulan cerita program KKBPK. Ini perlu kami bagikan ke beberapa provinsi yang menjadi pilahan untuk uji coba sehingga provinsi tersebit bisa memberi kami masukan dengan cerita-cerita daerahnya masing-masing," jelasnya.

Baca juga: BKKBN targetkan 2020 gunakan "brand" lebih milenial

Namun, lanjut Ahmad, cerita-cerita itu tetap dapat menjadi konsumsi nasional. Artinya, cerita-cerita yang diangkat dari daerah itu menggunakan bahasa nasional.

"Sedangkan untuk daerah masing-masing bisa mengembangkan lagi sesuai dengan gaya dan situasi di daerahnya dan bisa menggunakan bahasa daerah yang memang dimengerti masyarakat terkait kependudukan, KB dan pembangunan keluarga sehingga masyarakat teredukasi," katanya.

Baca juga: Mitos pil KB menurunkan berat badan dan menghilangkan jerawat

Ahmad juga menyebutkan, selain Kalbar empat provinsi lain yang menjadi uji coba materi pendidikan kependudukan melalui buku kumpulan cerita program KKBPK yaitu, Lampung, Yogyakarta, Jawa Barat dan Jakarta.

"Kenapa pertimbangan dipilihnya Kalbar menjadi tempat uji coba, karena informalnya sudah cukup baik, seperti program Kampung KB-nya," katanya.

Ia berharap, dengan aktivitas Kampung KB yang sudah baik ini, para kader dan para petugas program KKBPK di Kalbar ini punya kompetensi yang baik pula.

"Sehingga dengan kompetensi dan pengalaman yang baik itu, bisa memberikan sumbangan pemikiran terhadap konsep kami dalam menyusun buku kumpulan ceritan sebagai metode penyuluhan tentang kependudukan, KB dan pembangunan keluarga," kataya.

Ia menambahkan, dari hasil uji coba di lima provinsi itu, Ditpenduk akan mengemasnya menjadi buku yang bisa dijadikan acuan oleh masyarakat tentang KKBPK.

"Edukasi ini akan kami salurkan pada kelompok-kelompok masyarakat yang tidak hanya yang dibina oleh BKKBN saja, tetapi secara keseluruhan, seperti kelompok tani, pengajian dan lainnya sehingga materinya juga menyesesuaikan," katanya.