Pontianak (ANTARA) - Pemerintah pada November 2019 akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang perlu mempersiapkan berbagai hal dan Herianto, dosen muda Politeknik Negeri Pontianak yang merupakan lulusan CPNS 2018 lalu dengan nilai tertinggi di formasinya, berbagi tips umum agar lolos CPNS

"Tips atau trik untuk lulus CPNS antara peserta atau individu yang ikut tentu berbeda-beda. Namun, ada gambaran umum yang perlu dikuasai. Hal ini yang biasa saya sampaikan saat jadi pembicara beberapa waktu lalu dalam pelatihan CPNS. Tentu, apa yang saya sampaikan berdasarkan pengalaman dan informasi lainnya yang saya dapat dan dibuktikan di lapangan," ujarnya di Pontianak, Rabu.

Ia memaparkan bahwa dalam tes CPNS ada tiga bidang yakni bidang Tes lntelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Ia menyebutkan bahwa dalam mengisi tes diperlukan ketepatan dan kecepatan. Hal itu dilakukan agar mencapai ambang batas yang ditentukan.

"Untuk menjawab soal tes, bukan hanya tepat yang diperhatikan namun kecepatan juga karena ada waktu pengerjaan soal. Jawaban harus benar dan sesuai waktu," kata dia.

Baca juga: Rekrutmen CPNS 2019 diumumkan pekan keempat Oktober

Baca juga: Nasib PPPK di Kabupaten Sleman belum jelas


Menurutnya untuk soal TIU, setiap calon yang ikut CPNS harus sering latihan karena metode yang dipelajari banyak. Dari soal tes yang ada polanya hampir mirip.

"Jadi peserta memang dituntut untuk latihan dan baca serta amati pola pertanyaan dan jawaban dari soal sebelumnya atau prediksi soal yang ada. Dari soal tes yang ada polanya hampir mirip," kata dia.

Sedangkan untuk TWK harus menguasai makna Pancasila dan Undang-undang serta penerapannya dalam kehidupan sehari - hari.

"Untuk TWK itu, peserta harus banyak baca. Pahami garis besar soal makna Pancasila, UU dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.

Sedangkan untuk tes TKP, peserta harus mengubah pola pikir bahwa posisinya atau memposisikan selaku ASN yang harus dituntut berintegritas, profesional dan mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

"Untuk proses tes, kita harus tulus, sabar dan pintar, terus berusaha. Untuk strategi tentu punya masing-masing cara. Namun, secara umum harus pahami materi tes," kata dia.

Sebelumnya, Harianto dan beberapa rekannya melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) memberikan pelatihan hadapi tes CPNS.*

Baca juga: Yogyakarta tunggu kepastian jadwal penerimaan CPNS

Baca juga: Pemerintah membuka 197.111 formasi CPNS 2019