Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan pembangunan Jembatan Bahtera senilai Rp15 triliun akan dimulai 2020, karena sudah masuk dalam program strategis nasional.

"Kami pastikan Jembatan Bahtera dan Jalan Trans-Bangka Belitung mulai dibangun tahun depan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Babel Noviar Ishak di Pangkalpinang, Selasa.

Baca juga: Jembatan penghubung Sumsel-Babel masuki tahapan studi kelayakan

Ia mengatakan pembangunan Jembatan Bahtera, yang menghubungkan Pulau Bangka dan Sumateral, serta Jalan Trans-Bangka Belitung diusulkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam program strategis nasional (PSN), sehingga nanti masuk dalam RPJMN 2019-2024 dan bisa dianggarkan agar pembangunannya segera terealisasi.

"Perkiraan besaran dana untuk pembangunan Jembatan Bahtera dengan panjang 15 kilometer tersebut berkisar Rp15 triliun, atau Rp1 triliun per satu kilometernya," ujarnya.

Sedangkan dana pembangunan Jalan Trans-Babel berkisar Rp1 triliun atau Rp700 miliar per kilometer. Panjang jalan Trans-Babel yang akan dibangun berkisar 700 meter.

"Pembangunan jembatan dan jalan ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat daerah ini," katanya.

Baca juga: Gubernur Babel dan Sumsel segera kirim surat ke Presiden Jokowi

Menurut dia, pro dan kontra pembangunan jembatan dan jalan ini sudah biasa agar masyarakat ikut mengawasi, tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan saja yang turut mengawasi jika pembangunan jembatan dan jalan ini terealisasi.

"Pro kontra pasti ada. Begitu juga kendala pembangunan jembatan ini, terutama di pendanaan, karena kalau teknis kita gampang, ilmu SDM kita sudah cukup. Dan kendala jalan trans nanti pasti ada di pembebasan lahan, tergantung pendekatan pihak kabupaten ke masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Komisi V DPR kritik fungsi Jembatan Emas di Babel