Jakarta (ANTARA) - Universitas Indonesia dan PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) menjalin kerja sama pengembangan Tabung Lisrik (Talis) yang merupakan penyimpan daya listrik yang dapat dimanfaatkan untuk melistriki rumah.

"Bobotnya hanya 5 kilogram sehingga mudah untuk dipindah-pindahkan serta mampu menampung daya litsrik 300 hingga 1.000 watt hour," kata Executive Vice President Pengembangan Regional Maluku-Papua PT PLN Eman Prijono Wasito Adi di Jakarta, Selasa.

Eman mengatakan, Talis ini tepat untuk dipadankan dengan energi baru dan terbarukan. Dalam arti kalau daya listrik habis, tinggal diisi lagi dari sumber energi baru dan terbarukan seperti pembangkit bayu, pembangkit surya, pembangkit biomassa, mikrohidro, pikkohidro dan lainnya.

Baca juga: PLN Papua distribusikan 146 tabung listrik kepada masyarakat
Baca juga: PLN: Listrik di Wamena pulih 100 persen


Dengan menggunakan Talis, masyarakat bisa berhemat dalam pemasangan jaringan listrik karena biaya pembelian dan pemasangan listrik hanya sekitar Rp3,5 juta. Sedangkan jika menggunakan jalur konvensional, tarifnya biasa lebih dari Rp4 juta.

Eman mengatakan, Talis ini cocok untuk diterapkan di daerah-daerah yang rasio elektrifikasinya masih rendah seperti di Papua dan Papua Barat yang baru mencapai 57,93 persen per Agustus 2019.

"Kami rencanakan tahun 2020 rasio elektrifikasi di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah 99,9 persen, menggunakan energi baru dan terbarukan," ujar dia.