Jakarta (ANTARA) - Kementerian BUMN berharap anak usaha baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni PT Jiwasraya Putra bisa mendapatkan mitra barunya pada November 2019.

"Jiwasraya Putra sudah mendapatkan lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sekarang sedang mencari mitra yang asing dan hal tersebut masih dalam proses," ujar Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Jakarta, Selasa.

Gatot berharap upaya Jiwasraya Putra untuk mencari mitra baru tersebut dapat dirampungkan pada November tahun ini.

Sebelumnya manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) resmi membentuk anak usaha baru PT Jiwasraya Putra yang bertujuan meningkatkan kinerja usaha dengan memperbaiki likuiditas perusahaan.

Asuransi jiwa tertua di Indonesia ini melalui PT Jiwasraya Putra telah menandatangani kesepakatan kerja sama dan distribusi dengan empat BUMN yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel.

PT Jiwasraya Putra nantinya akan memanfaatkan kerja sama BUMN ini untuk menjual produk asuransi dengan memanfaatkan akses customer base dan jaringan distribusi di empat perusahaan tersebut.

Jiwasraya Putra merupakan komitmen manajemen, pemegang saham, dan seluruh stakeholder untuk meningkatkan kinerja perseroan.

Adapun langkah pembentukan anak usaha Jiwasraya merupakan salah satu langkah penyelesaian kewajiban pembayaran klaim pemegang polis Jiwasraya yang sudah jatuh tempo pada Oktober 2018 sebesar Rp802 miliar.

Pembentukan Jiwasraya Putra oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melibatkan empat BUMN yakni, BTN, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Telkomsel (Persero).

Baca juga: Mulai 2020 kartu kredit wajib gunakan PIN, ini kata Kementerian BUMN