Denpasar (ANTARA) - Keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar, Bali dalam meningkatkan kualitas udara secara berkelanjutan dijadikan proyek percontohan untuk pelaksanaan rencana aksi perubahan iklim di perkotaan oleh United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG-Aspac).

"Dipilihnya Pemkot Denpasar merupakan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehidupan (KLHK) yang melihat kesiapan Kota Denpasar melakukan berbagai hal untuk mewujudkan 'green city'," kata Technical Coordinator UCLG-Aspac, Dini Laraswati saat bertemu dengan Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara di Denpasar, Senin.

Dini Laraswati mengatakan bahwa Pemkot Denpasar memiliki komitmen yang besar dalam menciptakan udara yang bersih dan berkualitas. Kendati menjadi Ibu kota Provinsi Bali dengan hiruk-pikuk keramaian kota, udara di Kota Denpasar saat ini bisa dibilang bersih dan berkualitas, tambahnya.

Dikatakan dia, kendati demikian ke depan diperlukan pendampingan teknis dari UCLG-Aspac agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Dengan adanya rencana aksi perubahan iklim, diharapkan, kata dia, nantinya Pemerintah Kota Denpasar mempunyai berbagai kegiatan terkait aksi lingkungan yang rendah karbon.

Baca juga: Komnas HAM: Perubahan iklim akan jadi masalah HAM di masa depan


"Karena target dari kegiatan ini adalah pembangunan rendah karbon, selain itu kegiatan ekonomi di Kota Denpasar juga mengalami perbaikan," ujar Dini Laraswati.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar Rai Iswara mengatakan aksi perubahan iklim menjadi perhatian bersama sehingga Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen tinggi dalam upaya mengatasi polusi udara.

Rai Iswara menyambut baik kegiatan ini karena pemerintah kota memiliki komitmen untuk menciptakan Kota Denpasar yang bersih, sehat dan hijau.

Menurut Rai Iswara selain kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan rasa nyaman juga sangat penting bagi masyarakat Kota Denpasar.

Dengan terpilihnya Kota Denpasar membuat rencana aksi perubahan iklim, maka diharapkan analisa dan penilaian yang dilakukan UCLG Aspac memberikan kontribusi positif bagi kemajuan serta pembangunan Kota Denpasar.

"Untuk mewujudkan pogram ini harus diketahui permasalahan yang ada dan melakukan langkah-langkah strategis untuk menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik lagi," ucapnya.


Baca juga: Menteri LHK: Perubahan iklim picu iklim ekstrem