Jakarta (ANTARA) - Penyedia layanan dompet digital OVO dikabarkan sudah berstatus unicorn sejak beberapa bulan belakangan.

Firma analisis perusahaan, CB Insight, yang juga membuat daftar unicorn dunia, dalam situs mereka menulis valuasi OVO senilai 2,9 miliar dolar atau sekitar Rp41 triliun.

Situs CB Insight mencatat valuasi OVO sebesar itu sejak 14 Maret 2019.

OVO belum merespons untuk mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

Baca juga: Traveloka: Investasi kami terserap di Indonesia

Baca juga: Thomas Lembong beberkan mengapa 4 unicorn Indonesia diklaim Singapura


Jika benar OVO memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dolar, mereka menjadi perusahaan rintisan kelima yang menyandang status unicorn di Indonesia.

Tiga perusahaan Indonesia saat ini sudah berstatus unicorn, yaitu Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia, sementara Gojek sudah naik satu tingkat lebih tinggi, menjadi decacorn.

Baca juga: Menkominfo bocorkan "startup" unicorn baru dari bidang pendidikan

Baca juga: Wapres sebut "unicorn" di Indonesia sama saja seperti koperasi

Baca juga: Semester I 2019, Bukalapak raup transaksi penjualan Rp71,2 triliun