Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengharapkan relawan dari yayasan atau lembaga kemanusiaan serta "Non Government Organization (NGO)" lokal agar meningkatkan kemampuan hingga memadai dalam menangani setiap kejadian.

"Kemampuan yang dimaksud berupa keterampilan dan keahlian dalam merespon setiap bencana yang terjadi dan membantu, menolong serta melayani korban bencana, terutama korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala seperti terjadi 28 September tahun lalu," ucap Gubernur Longki Djanggola di Palu, Jumat.

Seperti diketahui dalam penanganan bencana mempunyai dinamika yang berbeda sesuai karakteristik wilayah dan masyarakatnya, ujarnya.
Baca juga: Rumah Bersama Relawan : bangun Pasigala dengan kerangka sendai

Pemprov Sulteng mengapresiasi dan berterima kasih atas penyelenggaraan lokakarya diprakarsai lembaga kemanusiaan "Catholic Relief Services (CRS)", "Human Initiative", dan "Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)" di Palu, Kamis(3/10).

Menurut Gubernur Sulteng, kegiatan tersebut sangat penting dilakukan untuk menambah pengetahuan, melatih dan meningkatkan keterampilan para relawan sehingga menjadi relawan yang profesional di NGO-NGO lokal.

Untuk meningkatkan pengetahun dan keterampilan mempraktekan prinsip-prinsip lokalisasi sebagai strategi mengefektifkan bantuan dan untuk kesinambungan program kemanusiaan.
Baca juga: BPBD dan relawan menyisir permukiman terdampak pergeseran tanah

Asisten II Setda Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba mengatakan melalui pelatihan itu juga berharap para relawan dari berbagai NGO, baik NGO internasional, nasional dan lokal dapat lebih waspada terhadap ancaman bencana yang menghantui.

"Semoga kenyataan hidup di bawah sesar Palu Koro dapat kita syukuri dan hidup bahagia bersamanya selama kita menyikapi dengan menerapkan prinsip-prinsip kewaspadaan dan mitigasi yang benar dan lengkap,"ucapnya.

Presiden Direktur Human Initiative, Tomy Hendrajati dalam kesempatan tersebut juga berharap ke depan seluruh relawan dari berbagai NGO dapat meningkatkan kualitas merespon setiap bencana yang akan terjadi di masa depan.

"Mungkin ada praktek balik untik menyiapkan atau membuat sebuah program pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu, Sigi dan Donggala nanti,"katanya.
Baca juga: Relawan ACT lanjutkan gowes menuju Banten bantu korban bencana